Berikut Spesifikasi Pesawat Polri Seharga Rp995 Miliar

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan menunjukan gambar pesawat yang dibeli dari Irlandia. Foto: Medcom.id/Siti Yona

Berikut Spesifikasi Pesawat Polri Seharga Rp995 Miliar

Siti Yona Hukmana • 14 July 2023 20:41

Jakarta: Polri melakukan pengadaan pesawat tipe Boeing 737 800 NG dengan registrasi P-7301. Pesawat dengan anggaran pengadaan mencapai Rp995.350.000.000 itu dibeli bekas dari Irlandia.

"Pesawat dalam kondisi tidak baru atau bekas, yang dibeli dari perusahaan berkedudukan di Dublin, Irlandia, di mana posisi fisik pesawat tersebut berada di Ostrava Republik Ceko," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Jumat, 14 Juli 2023.

Ramadhan pun menjelaskan spesifikasi pesawat pabrikan Boeing Company Amerika Serikat tersebut. Tahun pembuatan pesawat itu adalah 2019.

Umur pemakaian kurang dari 6.000 sickle. Sedangkan waktu terbang kurang dari 13 ribu jam.

Kapasitas tempat duduk pesawat tersebut sebanyak 184 seat. Rencananya, Polri bakal mengubah beberapa bagian pada susunan kursi.

"Dimodifikasi menjadi 4 seat premium bisnis, 16 seat bisnis, 114 seat ekonomi," ungkap Ramadhan.

Selain tempat duduk, modifikasi juga dilakukan untuk pengadaan boks khusus spesial kargo. Modifikasi dilakukan agar pesawat bisa membawa barang-barang berbahaya.

Sehingga, pesawat tersebut bisa digunakan untuk mengangkut pasukan yang membawa senjata. Seperti, senjata api laras panjang, amunisi, pelontar, dan peluru asap.

"Senjata ini dilengkapi dengan boks tempat senjata baik senjata laras panjang, laras pendek, pistol dan benda-benda berbahaya lainnya yang tentunya ini tidak dimiliki oleh pesawat sipil," ujar jenderal bintang satu itu.

Pengadaan pesawat terbang ini mulanya ramai diperbincangkan masyarakat setelah viral di media sosial. Polri akhirnya merespons, pembelian burung besi dengan pagu anggaran Rp1 triliun ini dilakukan untuk menghadapi tahun politik 2024.

Kehadiran pesawat juga disebut dalam rangka mengantisipasi kerawanan pemeliharaan, keamanan dan ketertiban masyarakat (harkamtibmas). Lalu, bencana alam dan terorisme yang berpotensi dapat membawa dampak negatif terhadap ideologi, politik sosial budaya pertahanan, dan keamanan di wilayah NKRI.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Anggi Tondi)