Presiden AS Donald Trump. (Anadolu Agency)
Trump Buka Peluang AS Ikut Serang Houthi usai Serangan di Bandara Riyadh
Willy Haryono • 11 October 2026 11:03
Washington: Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan Washington berpeluang bergabung dalam operasi militer Arab Saudi terhadap kelompok pemberontak Houthi asal Yaman.
Melansir dari Anadolu, Sabtu, 10 Oktober 2026, pernyataan itu disampaikan setelah Bandara Internasional King Khalid di Riyadh diserang, yang menewaskan setidaknya 12 orang dan melukai lebih dari 300 lainnya.
"Bisa saja. Kami akan mempertimbangkannya. Kami baru saja mengetahui serangan terbaru itu. Kami akan mengambil keputusan. Kami bergerak sangat cepat," ujar Trump saat ditanya seputar serangan di Riyadh.
Pernyataan Trump muncul setelah Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, ibu kota Arab Saudi, menghentikan sementara operasionalnya pada Sabtu menyusul serangan yang menyebabkan sejumlah orang terluka.
Otoritas Umum Penerbangan Sipil Arab Saudi mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa bandara tersebut diserang pada Sabtu petang. Pihak berwenang masih mendata jumlah pasti korban akibat serangan tersebut.
Kedutaan Besar AS dan Inggris di Arab Saudi juga mengimbau warga negara masing-masing untuk menghindari bandara tersebut pada Sabtu setelah serangan. Keduanya memperingatkan adanya risiko keamanan dan kemungkinan gangguan perjalanan.
Sehari sebelumnya, otoritas Arab Saudi menyatakan tiga warga negaranya tewas dan sejumlah orang lainnya terluka dalam dua serangan pada Kamis. Serangan tersebut menargetkan fasilitas di Bandara Internasional King Khalid serta sebuah pesawat milik Saudi Arabian Airlines.
Otoritas penerbangan Arab Saudi kemudian menyatakan operasional bandara kembali berjalan dan lalu lintas penerbangan berangsur normal.
Kelompok Houthi mengaku bertanggung jawab atas sejumlah serangan rudal dan pesawat nirawak yang menargetkan Bandara Internasional King Khalid serta sejumlah bandara lain di Arab Saudi dalam beberapa hari terakhir.
Yaman dilanda perang sejak kelompok Houthi merebut kendali atas ibu kota Sanaa dan sejumlah provinsi pada September. (Razaqa Hariz)
Baca juga: Guterres Kecam Keras Serangan Houthi di Bandara Riyadh yang Tewaskan 12 Orang