Ilustrasi. Tembok SMPN 182 Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan, yang roboh. Foto: ANTARA/Instagram-jakartaselatan24jam.
Pagar Tembok SDN Tapos 3 Depok Roboh, 5 Murid Luka-Luka
Kisar Rajaguguk • 9 October 2026 21:25
Depok: Pagar tembok Sekolah Dasar Negeri (SDN) Tapos 3, Kota Depok, Jawa Barat, roboh pada Jumat, 9 Oktober 2026. Lima siswa kelas 3 yang sedang menunggu pelajaran olahraga terluka akibat tertimpa material tembok. Mereka mengalami luka di kepala, punggung, dan lutut.
Kepala SDN Tapos 3, Arum Ika Susanti, mengatakan para siswa sedang duduk di bangku yang berbatasan langsung dengan tembok pagar sekolah saat kejadian.
"Kejadiannya Jumat pagi. Ada lima siswa kami yang duduk di sekitar tembok yang memang sudah rapuh dan sudah berisiko. Entah mungkin getaran karena usangnya tembok, anak itu tertimpa runtuhan tembok," kata Arum di Depok.
Baca Juga :
"Tindakan sekolah langsung dibawa ke rumah sakit dilanjutkan menginformasikan ke Dinas Pendidikan Kota Depok," ujar Arum.
Kepala Seksi Kelembagaan dan Peserta Didik SD Dinas Pendidikan Kota Depok, Gunawan, mengatakan pihaknya telah menerima laporan dan memastikan para siswa mendapat penanganan medis.
"Pertama mungkin terkait dengan kejadian ini yang utama mungkin tadi sudah ada penanganan terhadap si korban," ujar Gunawan.
Gunawan mengatakan kondisi para siswa telah ditangani oleh tenaga medis. Ia berharap para korban segera pulih dan dapat kembali beraktivitas di sekolah.

Ilustrasi. Tembok SMPN 182 Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan, yang roboh. Foto: ANTARA/Instagram-jakartaselatan24jam.
Dinas Pendidikan Kota Depok juga telah berkomunikasi dengan keluarga siswa untuk menyampaikan keprihatinan atas kejadian tersebut.
Menurut Gunawan, tembok pagar yang sudah tua diduga menjadi penyebab rapuhnya struktur hingga akhirnya roboh. Keterangan tersebut mengacu pada informasi dari orang tua siswa.
"Tembok pagar yang usianya sudah cukup tua diakui menjadi faktor utama penyebab rapuhnya struktur bangunan tersebut hingga akhirnya roboh," kata Gunawan, mengutip keterangan orang tua.
Untuk mempercepat penanganan, tim Sarana dan Prasarana Dinas Pendidikan Kota Depok disiapkan untuk meninjau lokasi dan memastikan kebutuhan perbaikan infrastruktur sekolah.
Gunawan menambahkan, biaya perawatan dan pengobatan siswa akan menjadi tanggung jawab pihak sekolah dengan dukungan skema jaminan kesehatan yang tersedia.