Penguatan Kompetensi SDM Jadi Kunci Perluasan Akses Kerja

Audiensi Pengurus Besar Mathla’ul Anwar (PB MA) dengan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker). Istimewa

Penguatan Kompetensi SDM Jadi Kunci Perluasan Akses Kerja

Whisnu Mardiansyah • 9 October 2026 14:55

Jakarta: Perluasan akses kerja perlu diimbangi dengan peningkatan kompetensi dan keterampilan sumber daya manusia (SDM) agar masyarakat, terutama generasi muda, lebih siap memasuki dunia kerja. Hal tersebut menjadi salah satu fokus penjajakan kerja sama Pengurus Besar Mathla’ul Anwar (PB MA) dengan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker).

Kolaborasi tersebut dibahas dalam audiensi jajaran PB Mathla’ul Anwar dengan Menteri Ketenagakerjaan Yassierli di kantor Kemnaker. Kedua pihak menjajaki sinergi dalam pelatihan kerja, pendidikan vokasional, dan pengembangan kewirausahaan untuk memperluas peluang generasi muda memperoleh pekerjaan maupun menciptakan lapangan kerja.

Ketua Umum PB Mathla’ul Anwar KH Jazuli Juwaini mengatakan, penguatan keterampilan generasi muda menjadi salah satu kebutuhan yang perlu dijawab melalui kerja sama antara pemerintah dan organisasi kemasyarakatan. Menurutnya, akses terhadap pelatihan dan kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja perlu diperluas agar generasi muda memiliki bekal untuk memasuki pasar tenaga kerja.

“Mathla’ul Anwar sebagai organisasi kemasyarakatan yang memiliki sejarah panjang merasa terpanggil untuk ikut menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan masyarakat, termasuk di bidang pendidikan, ekonomi, dan sosial,” ujar Jazuli.
 


Ia menilai, program pendidikan dan pelatihan kerja yang dikembangkan Kemnaker memiliki peluang untuk disinergikan dengan jaringan pendidikan Mathla’ul Anwar. Jaringan tersebut mencakup lembaga pendidikan dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi yang tersebar di berbagai daerah.

Melalui kolaborasi tersebut, PB Mathla’ul Anwar ingin memperluas akses anak muda, alumni, dan kader organisasi terhadap pelatihan keterampilan kerja serta pembinaan kewirausahaan.

“Banyak anak muda, alumni, dan kader Mathla’ul Anwar yang membutuhkan akses terhadap keterampilan kerja dan kewirausahaan. Kami ingin program siap kerja dan wirausaha yang dikembangkan Mathla’ul Anwar dapat inline dengan program-program Kementerian Ketenagakerjaan,” kata Jazuli.


Pelatihan dan Pendidikan Vokasi untuk Memperkuat Kompetensi

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menyambut baik peluang kolaborasi tersebut. Ia menilai organisasi kemasyarakatan dengan jaringan pendidikan yang luas dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam memperluas jangkauan program ketenagakerjaan.

“Kemnaker tentu melihat ormas sebagai mitra strategis. Apalagi Mathla’ul Anwar memiliki massa, jaringan lembaga pendidikan, bahkan perguruan tinggi. Banyak hal yang bisa kita kolaborasikan,” ujar Yassierli.

Menurut Yassierli, Kemnaker memiliki sejumlah program yang dapat disinergikan dengan jaringan Mathla’ul Anwar, termasuk pelatihan keterampilan siap kerja dan kewirausahaan melalui Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) serta fasilitas pelatihan di sejumlah provinsi.

Penguatan Balai Latihan Kerja (BLK) Komunitas juga menjadi salah satu bidang yang berpotensi dikembangkan bersama. Dukungan program dan peningkatan kapasitas diharapkan dapat memperkuat fungsi fasilitas tersebut dalam menyediakan pelatihan yang dibutuhkan masyarakat.

Selain pelatihan kerja, kolaborasi dapat diarahkan pada pendidikan vokasional di lingkungan Mathla’ul Anwar. Sejumlah sekolah menengah kejuruan (SMK) yang dikelola organisasi tersebut berpotensi diperkuat melalui penyelarasan kurikulum, peningkatan kompetensi, serta pengembangan jalur pendidikan lanjutan ke perguruan tinggi vokasi, seperti Politeknik Ketenagakerjaan.

“Mathla’ul Anwar bisa leading sebagai organisasi kemasyarakatan yang mengembangkan pendidikan vokasional,” kata Yassierli.

Penguatan pendidikan vokasional dan pelatihan kerja menjadi salah satu ruang kolaborasi untuk membekali generasi muda dengan keterampilan yang dapat dimanfaatkan saat mencari pekerjaan maupun mengembangkan usaha mandiri.


Ilustrasi lowongan pekerjaan. Foto: Metrotvnews.com.


Kolaborasi Pemerintah dan Organisasi Masyarakat

Jazuli melanjutkan kesiapan PB Mathla’ul Anwar untuk mengambil peran dalam mendukung peningkatan kualitas SDM dan perluasan kesempatan kerja. Ia berharap jaringan pendidikan serta sosial organisasi dapat dimanfaatkan untuk memperluas jangkauan program pengembangan keterampilan.

“Ini bukan hanya tentang Mathla’ul Anwar, tetapi bagaimana jaringan pendidikan dan kekuatan masyarakat dapat menjadi bagian dari solusi nasional. Kita ingin anak-anak muda kita memiliki keterampilan, memiliki pekerjaan, dan kalau memungkinkan mampu menciptakan lapangan pekerjaan melalui kewirausahaan,” ujar Jazuli.

Ia berharap kemitraan dengan Kemnaker dapat menjadi model kolaborasi antara pemerintah dan organisasi kemasyarakatan dalam meningkatkan kesiapan angkatan kerja, terutama di daerah yang memiliki jaringan lembaga pendidikan Mathla’ul Anwar.

Menteri Yassierli juga mengapresiasi kesiapan PB Mathla’ul Anwar untuk mendukung program pemerintah dalam pengembangan SDM angkatan kerja, khususnya generasi muda dan kader organisasi. Sebagai tindak lanjut, kedua pihak sepakat membuka proses menuju kerja sama yang lebih konkret melalui penyusunan nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) di tingkat nasional.

Rencana kerja sama tersebut mencakup pelatihan keterampilan siap kerja, pengembangan kewirausahaan, penguatan BLK Komunitas, pendidikan vokasional di sekolah Mathla’ul Anwar, serta pengembangan jalur pendidikan dan karier bagi generasi muda.

Melalui sinergi tersebut, jaringan pendidikan dan sosial Mathla’ul Anwar diharapkan dapat mendukung perluasan akses masyarakat terhadap pelatihan dan pengembangan kompetensi. Dengan keterampilan yang lebih sesuai dengan kebutuhan dunia kerja, generasi muda diharapkan memiliki bekal lebih kuat untuk memanfaatkan kesempatan kerja maupun merintis usaha.

(Whisnu M)