2,77 Juta Penerima PKH dari Usia Produktif, Mensos Siapkan 3 Pendekatan

Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf. Foto: Dok. Kemenko PM.

2,77 Juta Penerima PKH dari Usia Produktif, Mensos Siapkan 3 Pendekatan

Metro TV • 14 October 2026 13:36

Jakarta: Pemerintah mencanangkan strategi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi para penerima Program Keluarga Harapan (PKH). Hal ini menyusul catatan jutaan penerima PKH berasal dari kelompok usia produktif.

“Saya mulai dari satu angka 2,77 juta. Itu jumlah penerima PKH dan sembako usia produktif 20 sampai 50 tahun yang sudah lebih dari lima tahun menerima bantuan. Lima tahun lebih usia produktif,” kata Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf dalam Dialog Nasional Pemberdayaan, Langkah Transformasi Pemberdayaan Masyarakat Menuju Indonesia Emas 2045, Jakarta, Rabu, 14 Oktober 2026.

Ia mengatakan masyarakat penerima manfaat memiliki tingkat kesiapan yang beragam untuk keluar dari garis kemiskinan. Sebagian telah siap untuk berupaya secara mandiri, sementara sisanya masih memerlukan penguatan kapasitas serta perlindungan sosial yang memadai.

“Apakah mereka tidak mau berusaha? Tentu tidak. Kondisinya berbeda-beda, ada yang sudah siap bekerja atau berusaha, ada yang perlu dikuatkan dulu, ada yang memang masih perlu dilindungi,” ungkap Saifullah.

Pemerintah menerapkan tiga pendekatan utama dalam merumuskan kebijakan penanggulangan kemiskinan. Pendekatan pertama difokuskan pada upaya meringankan beban hidup masyarakat melalui bantuan sosial (bansos).

"Pertama, mengurangi beban pengeluaran, di sini bansos hadir sebagai bantalan, tugasnya meringankan beban keluarga miskin agar mereka tidak semakin jatuh,” ujar Saifullah.

Strategi kedua difokuskan untuk menggenjot peningkatan pendapatan warga melalui program pemberdayaan. Tujuannya untuk meningkatkan taraf hidup secara ekonomi.

“Kedua, meningkatkan pendapatan, di sini pemberdayaan hadir sebagai tangga, tugasnya mendorong keluarga miskin agar bisa naik kelas,” terang Saifullah.


Ilustrasi. Foto: dok. MI. 

Sebagai pelengkap strategi jangka panjang, pilar ketiga ditujukan untuk memutus rantai kemiskinan antargenerasi, yakni melalui akses pendidikan yang merata.

“Ketiga, memutus transmisi kemiskinan. Di sini sekolah rakyat hadir sebagai pintu keluar, tugasnya memutus mata rantai agar anak-anak dari keluarga miskin tidak miskin kembali atau kembali miskin,” kata Saifullah.

(Metrotvnews.com/Afifah Alfina)

(Gabriella Thesa Widiari)