CENTCOM Bantah Klaim Iran Kuasai Selat Hormuz, Tegaskan Kendali AS

Aktivitas kapal di Selat Hormuz. (Anadolu Agency)

CENTCOM Bantah Klaim Iran Kuasai Selat Hormuz, Tegaskan Kendali AS

Muhammad Reyhansyah • 14 October 2026 13:13

Washington: Komando Pusat Militer Amerika Serikat (CENTCOM) membantah klaim Iran yang menyatakan Teheran menguasai Selat Hormuz. 

Pernyataan tersebut disampaikan di tengah ancaman Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) untuk menenggelamkan kapal perang AS yang mendekati jalur pelayaran strategis itu.

“Komandan angkatan laut IRGC tidak memiliki angkatan laut. Pasukan Amerika dan mitra regional secara jelas mengendalikan Selat Hormuz,” kata CENTCOM melalui platform X, dikutip dari TRT World, Rabu, 14 Oktober 2026.

Menanggapi klaim Teheran mengenai kendali atas jalur pelayaran internasional tersebut, CENTCOM menyatakan pasukan AS membantu mitra regional mengangkut lebih dari 19 juta barel minyak mentah melalui Selat Hormuz pada Senin.

Pernyataan saling bantah itu muncul setelah Laksamana Muda Ali Azmaei dari Angkatan Laut IRGC mengancam akan melancarkan serangan langsung terhadap kapal-kapal AS.

“Kami menunggu kapal perang Amerika mendekati pintu masuk Selat Hormuz agar kami dapat menenggelamkannya,” kata Azmaei kepada televisi pemerintah Iran. Ia mengklaim pasukan Iran sedang “menghitung mundur” menuju kemungkinan pertemuan dengan kapal-kapal AS.

Azmaei juga menyatakan kapal perang AS “tidak berani” mendekati selat tersebut. Ia mengklaim sebuah kapal induk Amerika telah mundur hingga 700 kilometer dari jalur perairan itu.

Azmaei mengatakan IRGC menerapkan “kendali cerdas” atas Selat Hormuz dengan menerbitkan izin bagi kapal yang hendak melintas. Ia juga mengklaim pasukan Iran kini lebih siap dibandingkan ketika perang mulai pecah.

Teheran menyatakan memiliki kendali atas lalu lintas maritim di selat tersebut dan memperingatkan kapal-kapal agar tidak menggunakan rute yang tidak mendapat izin.

Situasi itu berlangsung sejak konflik pecah pada akhir Februari menyusul serangan Amerika Serikat dan Israel. Washington kemudian memberlakukan blokade tandingan terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.

Di tengah meningkatnya ketegangan, United Kingdom Maritime Trade Operations (UKMTO) mengonfirmasi sebuah kapal tanker komersial dan sebuah kapal kontainer terkena proyektil yang asalnya belum diketahui di Selat Hormuz pada Selasa.

UKMTO menyatakan penyelidikan resmi sedang berlangsung. Namun, lembaga tersebut belum mengungkapkan apakah insiden itu menimbulkan korban jiwa maupun seberapa besar kerusakan yang dialami kedua kapal.

Baca juga: Jerman Desak Iran Buka Selat Hormuz dan Hentikan Program Nuklir Militer

(Willy Haryono)