Abu Karhutla Resahkan Warga Jambi, Sesakkan Napas dan Mengotori Rumah

penampakan kabut asap di kota Jambi, Senin (12/10). (MI/Solmi)

Abu Karhutla Resahkan Warga Jambi, Sesakkan Napas dan Mengotori Rumah

Solmi • 13 October 2026 08:13

Jambi: Abu kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang beterbangan ke permukiman warga mengancam kesehatan. Selain itu, serpihan abu turut mengotori rumah, kolam, dan tanaman di pekarangan warga.

Pencemaran tersebut terutama dikeluhkan warga yang bermukim di dekat lokasi karhutla, seperti di sejumlah kecamatan di Kabupaten Muaro Jambi, Batanghari, Tanjung Jabung Timur, Tanjung Jabung Barat, dan Tebo. Kondisi serupa juga dirasakan sebagian besar warga Kota Jambi yang bersebelahan dengan Kabupaten Muaro Jambi.

“Parahnya sudah sejak sebulan belakang ini. Aroma asap bakaran menyengat hidung tercium dari kamar. Serpihan abu bakaran berserakan di teras rumah, di permukaan kolam dan daun tanaman saya di pekarangan. Sibuk saya menyirami dan membersihkannya,” ungkap Aida, seorang ibu rumah tangga di Kelurahan Lingkar Selatan, Kecamatan Paal Merah, Kota Jambi, Senin, 12 Oktober 2026.

Selain mengotori atap dan teras rumah, warga mengaku partikel halus dari kabut asap membuat mata perih dan mengganggu pernapasan.

“Tidak mungkin mengendap dalam rumah sepanjang hari. Anak-anak juga sulit dilarang bermain ke luar rumah. Untuk membeli masker uangnya tidak ada. Kacau sudah negeri Jambi ini,” keluh Aril, warga Desa Kebun IX, Kecamatan Sungai Gelam, Kabupaten Muaro Jambi.

Kabut asap karhutla saat ini terpantau merata menyelimuti 11 wilayah kabupaten dan kota di Provinsi Jambi. Kabut asap bahkan telah mencemari udara Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci di kawasan Pegunungan Bukit Barisan, wilayah barat Provinsi Jambi.

“Sudah semenjak beberapa hari ini, hari ini kian pekat, menyesakkan dan memerihkan mata. Anak-anak sekolah pun hari diliburkan, dan belajar dari rumah,” ungkap Hatta, warga Kota Sungai Penuh.

Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Foto: Dok. Kemenhut.

Sementara itu, berdasarkan alat pemantau Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) Kementerian Lingkungan Hidup, kualitas udara di 11 kabupaten/kota di Jambi berfluktuasi pada level tidak sehat hingga berbahaya hingga Senin malam.

Selain mengganggu jarak pandang dan aktivitas penerbangan, kabut asap karhutla telah menyebabkan puluhan ribu warga di Jambi terjangkit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

(Lukman Diah Sari)