Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas membahas penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Foto: BPMI Setpres.
Pemerintah Terjunkan 60 Ribu Personel Padamkan Karhutla di Kalteng-Sumsel
Gabriella Thesa Widiari • 13 October 2026 06:05
Jakarta: Pemerintah menerjunkan 60.000 personel gabungan untuk mengendalikan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di berbagai wilayah Indonesia. Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mengatakan, pengerahan operasi darat ini difokuskan pada dua wilayah, yakni Kalimantan Tengah (Kalteng) dan Sumatra Selatan (Sumsel).
Teddy menjelaskan, laporan penanganan karhutla tersebut disampaikan langsung kepada Presiden Prabowo Subianto dalam rapat terbatas di Istana Kepresidenan, Jakarta pada Senin, 12 Oktober 2026. Pemadaman saat ini masih berlangsung di lahan seluas 639 hektare yang tersebar di enam provinsi.
“Saat ini fokus utama tertuju pada dua provinsi, yaitu Kalimantan Tengah dan Sumatra Selatan,” kata Teddy, dilansir dari Antara, Selasa, 13 Oktober 2026.
Selain jalur darat, pemerintah mengombinasikan penanganan melalui operasi udara menggunakan metode pengeboman air (water bombing). Langkah percepatan ini didukung oleh pengerahan armada helikopter dan pesawat pemadam di titik-titik rawan.
“Operasi udara melalui water bombing di sejumlah wilayah juga terus dilakukan untuk mempercepat pemadaman,” ujar Teddy.
Sementara itu, situasi karhutla di Riau, Kalimantan Barat, Jambi, dan Kalimantan Selatan mulai menunjukkan perkembangan membaik. Pemerintah juga terus mengoptimalkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) memanfaatkan potensi awan hujan menjelang masuknya musim penghujan.

Presiden Prabowo Subianto. Foto: BPMI Setpres.
Presiden Prabowo menginstruksikan seluruh jajaran terkait untuk mengerahkan sumber daya secara penuh guna mencegah meluasnya titik api. Arahan tersebut disampaikan dalam rapat yang dihadiri oleh jajaran menteri koordinator, Panglima TNI, Kapolri, serta kepala daerah terdampak.
“Presiden meminta agar upaya penanganan karhutla terus diperkuat dan seluruh sumber daya dikerahkan secara optimal untuk mempercepat pemadaman serta mencegah meluasnya kebakaran,” kata Teddy.