IISE 2026 Bidik 100 Lisensi Baru dan Transaksi Rp100 Miliar

Ketua Penyelenggara IISE 2026, Walneg S. Foto: Metrotvnews.com/Andika Fauzan.

IISE 2026 Bidik 100 Lisensi Baru dan Transaksi Rp100 Miliar

Andika Fauzan Azhari • 12 October 2026 17:03

Jakarta: Indonesia Innovation Summit & Expo (IISE) 2026 menargetkan transaksi hingga Rp100 miliar dari 100 perjanjian lisensi baru melalui komersialisasi hasil riset dan inovasi. Ajang ini akan digelar pada 10-13 Desember 2026 di Inddonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang.

Ketua Penyelenggara IISE 2026, Walneg S, mengatakan target transaksi tersebut berasal dari penjualan produk dan teknologi yang ditawarkan para pemegang lisensi atau lisensor, termasuk Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

"Kami pasang target minimalis saja, Rp100 miliar dari jualannya para lisensor-lisensornya BRIN ini," ujar Walneg dalam konferensi pers di Gedung B.J. Habibie BRIN, Jakarta, Senin, 12 Oktober 2026.

Menurut Walneg, IISE 2026 tidak sekadar menjadi ajang pameran, tetapi juga dirancang sebagai wadah hilirisasi riset untuk menghubungkan hasil invensi laboratorium dengan kebutuhan pasar dan industri.

Selain menargetkan transaksi dan perjanjian lisensi baru, penyelenggara membidik sekitar 50 ribu pengunjung dan 750 pemangku kepentingan. Ajang tersebut juga akan memfasilitasi pertemuan bisnis atau business matchmaking untuk mempertemukan pemilik inovasi dengan calon mitra potensial.


Ketua Penyelenggara IISE 2026, Walneg S (tengah). Foto: Metrotvnews.com/Andika Fauzan.
 

 

Dorong pembiayaan lewat modal ventura


Menurut Walneg, pameran ini juga menghadirkan belasan perusahaan modal ventura (venture capital) untuk dipertemukan langsung dengan pengembang riset dan inovasi serta calon startup potensial.

"Sekitar 10 sampai 15 venture capital akan hadir di acara ini, duduk sambil keliling juga melihat riset-riset inovasi atau calon-calon startup mana yang pantas untuk dibiayai," tambah Walneg.

Dengan mengusung konsep integrated hub, IISE 2026 diharapkan mampu menjembatani kesenjangan antara riset dan industri, sekaligus menggerakkan nilai ekonomi nasional secara berkesinambungan.

(Ade Hapsari Lestarini)