Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky. (Anadolu Agency)
Zelensky Sebut Kesepakatan Diesel AS-Rusia 'Hadiah Ultah untuk Putin'
Willy Haryono • 10 October 2026 21:13
Kyiv: Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan bahwa keputusan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk mencabut sanksi terhadap Rusia dan mengizinkan negara tersebut mengekspor diesel sebagai tindakan yang “tidak adil dan tidak jujur."
Dalam wawancara dengan Axios, Sabtu, 10 Oktober 2026, Zelensky mengatakan kesepakatan tersebut “terlihat seperti hadiah ulang tahun untuk Putin," dan juga menilainya sebagai keputusan yang “terlihat sangat buruk."
Zelensky mengatakan dirinya berbicara dengan utusan AS Steve Witkoff beberapa hari sebelumnya mengenai upaya mencapai terobosan diplomatik sebelum musim dingin dan pemilihan umum paruh waktu AS.
“Steve mengusulkan untuk bertemu di Florida. Tentu saja saya menerima untuk pergi ke sana dan membicarakan kemungkinan negosiasi. Pihak Amerika mengatakan mereka memiliki sejumlah gagasan dan kami sepakat untuk bertemu membahasnya,” kata Zelensky.
Menurut Zelensky, utusan AS Witkoff dan Jared Kushner tidak menyebut kemungkinan kesepakatan diesel dengan Rusia dalam pembicaraan mereka. Ia mengatakan memahami bahwa kedua utusan tersebut akan menyampaikan pesan dari pembicaraan di Florida kepada Moskow dan kemudian dapat melakukan perjalanan ke Kyiv untuk mengupayakan kesepakatan damai.
Zelensky mengatakan tim negosiasinya di Florida memberitahunya sekitar satu jam sebelum pengumuman Trump bahwa presiden AS tersebut berencana berbicara dengan Presiden Rusia Vladimir Putin dan kemungkinan mengumumkan keputusan terkait sanksi, tanpa memberikan rincian lebih lanjut.
“Ini tidak jujur, sungguh, karena kami berusaha membangun hubungan kami dengan cara terbaik,” kata Zelensky.
“Mereka seolah-oleh menggunakan kesempatan ini untuk bertemu dengan kami, tapi di waktu bersamaan juga menelepon Putin serta bernegosiasi dengannya."
Namun, Zelensky mengatakan dirinya akan mendukung pelonggaran sanksi terhadap sektor energi Rusia jika hal tersebut menjadi bagian dari kesepakatan untuk menghentikan serangan terhadap infrastruktur energi kedua negara selama musim dingin.
“Jika harganya adalah gencatan senjata energi, negosiasi ini bagus,” ujarnya. Menurut Zelensky, Trump kemungkinan akan mengumumkan terobosan tersebut jika Putin menyetujuinya.
“Apa yang didapat (Trump)? Bahwa dia akan mendapatkan lebih banyak diesel? Untuk siapa? Lebih banyak diesel Rusia untuk warga Amerika? Ini menunjukkan kelemahan dunia,” kata Zelensky.
Zelensky membandingkan keputusan tersebut dengan pertemuan Trump dan Putin di Anchorage tahun lalu, yang menurutnya berakhir dengan Trump menyetujui banyak tuntutan Rusia terkait perang di Ukraina tanpa memperoleh imbalan.
Ia mempertanyakan apakah pemberian keuntungan kepada Moskow tanpa konsesi yang terlihat dapat mempersulit diplomasi selanjutnya. Namun, ia tidak mengatakan bahwa Washington tidak lagi dapat menjadi mediator antara Kyiv dan Moskow.
“Kami membutuhkan Amerika untuk mencoba menghentikan perang ini,” ujarnya.
Zelensky mengatakan akan berbicara dengan tim negosiasinya untuk mendapatkan laporan lengkap mengenai pembicaraan dengan Witkoff dan Kushner. Ia juga ingin mengetahui apakah kesepakatan diesel tersebut berkaitan dengan rencana kunjungan utusan Trump ke Rusia.
“Jika Anda mengizinkan mereka mengekspor diesel, dan sebelumnya Anda berpikir harus pergi ke Rusia untuk bernegosiasi, terlihat seperti Anda membeli pertemuan ini,” tutur Zelensky.
Namun, ia menegaskan tidak mengetahui apakah hal tersebut memang merupakan maksud Trump.
“Mungkin saya salah,” ucap Zelensky. “Tapi memang terlihat seperti itu. Kalau tidak, mengapa melakukannya?”
Percakapan Telepon Trump-Putin
Trump berbicara melalui telepon dengan Putin pada Jumat dan menggambarkan pembicaraan tersebut sebagai “diskusi yang sangat sukses”.Dalam unggahan di Truth Social, Trump mengatakan pembicaraan itu menghasilkan kesepakatan agar Rusia “segera memasok” lebih dari 300.000 ton bahan bakar diesel ke pasar AS dan global.
Trump mengatakan 500.000 ton lainnya akan dipasok pada November, disusul 1 juta ton serta tambahan 3 juta ton “dalam waktu singkat," bergantung pada kondisi kilang diesel Rusia.
Putin mengatakan pasokan diesel Rusia ke pasar AS dan global akan memberikan manfaat bagi perekonomian dunia. Ia juga mengatakan kedua pemimpin membahas sektor energi global, prospek penyelesaian perang Ukraina, situasi di Iran, serta hubungan bilateral.
Baca juga: Trump Sebut Rusia Segera Pasok 300 Ribu Ton Diesel ke Pasar AS dan Global