Martha Tilaar Meninggal Dunia, Tinggalkan Warisan Bisnis Kecantikan Nusantara

Presiden Martha Tilaar Group, Martha Tilaar. Foto: dok MI/Panca Syurkani.

Martha Tilaar Meninggal Dunia, Tinggalkan Warisan Bisnis Kecantikan Nusantara

Husen Miftahudin • 14 October 2026 11:24

Jakarta: Pengusaha sekaligus pelopor industri kecantikan Indonesia, Dr. (H.C.) Martha Tilaar, meninggal dunia pada Rabu, 14 Oktober 2026, dalam usia 89 tahun. Kepergiannya meninggalkan warisan bisnis kecantikan yang berkembang dari usaha salon menjadi kelompok usaha dengan berbagai lini bisnis, mulai dari kosmetik, pendidikan kecantikan, hingga layanan spa.
 
Kabar duka tersebut disampaikan melalui unggahan akun Instagram resmi dan terverifikasi Sariayu Martha Tilaar pada laman @sariayu_mt. Dalam pernyataan belasungkawa, keluarga besar Martha Tilaar Group menyampaikan duka cita atas berpulangnya pendiri sekaligus sosok yang menjadi panutan mereka.

"Dedikasi, karya, dan semangat beliau dalam memajukan kecantikan serta warisan Nusantara akan terus hidup dan menginspirasi kita selamanya," demikian pernyataan yang dikutip dari unggahan tersebut.
 

 

Berawal dari salon jadi industri kosmetik


Mengutip Marthatilaargroup.com, Martha Tilaar dikenal sebagai pengusaha yang mengembangkan bisnis kecantikan dengan memadukan pengetahuan modern dan kekayaan tradisi perawatan tubuh Indonesia. Perjalanan bisnisnya dimulai pada 1970 ketika ia membuka salon kecantikan di garasi rumah orang tuanya di kawasan Menteng, Jakarta Pusat.

Usaha yang dirintis Martha Tilaar berkembang melalui pengembangan layanan kecantikan dan produk kosmetik. Pada 1972, ia membuka Martha Griya Salon di Menteng. Usaha tersebut menjadi salah satu pijakan untuk mengembangkan perawatan kecantikan tradisional berbasis tanaman herbal.

Pada 1977, Martha mendirikan PT Martina Berto bersama mitra usahanya, Bernard Pranata dan Theresia Harsini Setiady. Pada tahun yang sama, perusahaan tersebut meluncurkan Sariayu sebagai merek produk kecantikan dan jamu modern.

Pengembangan usaha berlanjut dengan pembangunan fasilitas produksi di kawasan industri Pulogadung, Jakarta, pada 1981. Perusahaan kemudian memperluas portofolio mereknya untuk menjangkau segmen pasar yang berbeda.

Sariayu menjadi salah satu merek yang identik dengan perjalanan bisnis Martha Tilaar. Merek ini mengangkat inspirasi kecantikan perempuan Indonesia, kearifan lokal, serta kekayaan alam Nusantara dalam pengembangan produk perawatan dan kosmetik.

Seiring perkembangan bisnis, portofolio produk yang berada dalam ekosistem usaha Martha Tilaar mencakup sejumlah merek, antara lain Sariayu, Biokos, Caring Colours, Mirabella, Belia, PAC, dan Dewi Sri Spa.

Pengembangan merek tersebut memperluas cakupan usaha dari kosmetik dan perawatan pribadi hingga produk untuk kebutuhan profesional serta layanan spa. Selain produksi dan pemasaran kosmetik, kelompok usaha ini juga menjalankan kegiatan manufaktur kontrak atau maklon melalui PT Cedefindo.

Berdasarkan informasi dalam situs resmi Martha Tilaar Group, lini usaha kelompok tersebut juga mencakup pendidikan kecantikan melalui Puspita Martha International School serta jasa salon dan spa melalui PT Cantika Puspa Pesona.

Perjalanan bisnis Martha Tilaar tidak hanya berfokus pada penjualan produk. Pendidikan kecantikan menjadi salah satu bagian dari pengembangan usahanya melalui Puspita Martha, yang menyediakan pendidikan dan pelatihan di bidang kecantikan.

Di sisi lain, layanan salon dan spa turut menjadi bagian dari ekosistem bisnis yang dibangun. Model usaha tersebut memperlihatkan cakupan bisnis yang menghubungkan produk kecantikan, manufaktur, pendidikan, serta jasa perawatan tubuh.

Pengembangan sejumlah lini usaha tersebut tercatat dalam sejarah resmi Martha Tilaar Group, yang menempatkan PT Martina Berto, PT Cedefindo, PT Martha Beauty Gallery, dan PT Cantika Puspa Pesona sebagai bagian dari kelompok usaha.


(Berita duka cita meninggalnya Martha Tilaar. Foto: Instagram @sariayu_mt)
 

Warisan bisnis dan kecantikan Nusantara


Martha Tilaar membangun bisnis dengan menjadikan tradisi kecantikan Indonesia sebagai salah satu landasan pengembangan produk. Pendekatan tersebut tercermin dalam Sariayu, yang menggabungkan inspirasi budaya lokal dan kekayaan alam Indonesia dengan pengetahuan serta teknologi modern.

Kepergiannya menandai berakhirnya perjalanan seorang perintis bisnis yang turut membentuk perkembangan industri kecantikan lokal. Warisan yang ditinggalkan tidak hanya berupa merek produk, tetapi juga jaringan usaha yang mencakup manufaktur, pendidikan kecantikan, serta layanan perawatan tubuh.

Dalam unggahan belasungkawa, keluarga besar Martha Tilaar Group menyampaikan apresiasi atas pengabdian dan teladan yang ditinggalkan Martha Tilaar bagi Indonesia.

"Terima kasih atas segenap pengabdian dan teladan bagi Indonesia," tulis manajemen Sariayu Martha Tilaar pada laman Instagram @sariayu_mt.

(Husen Miftahudin)