Mantan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad berduka. Foto: Jabatan Perdana Menteri
Tampak Sehat, Mahathir Tak Menyangka Sang Istri Wafat pada Senin Pagi
Fajar Nugraha • 30 September 2026 09:52
Kuala Lumpur: Mantan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad mengatakan bahwa ia tidak menyangka istrinya, Siti Hasmah Mohamad Ali, akan meninggal dunia pada Senin 28 September, seraya mengenang bahwa sang istri tampak sehat pada malam sebelumnya.
Sebuah video yang diunggah di akun media sosial Mahathir memperlihatkan sosok berusia 101 tahun itu sedang berbicara dengan Sultan Pahang, Sultan Abdullah Ri'ayatuddin Al-Mustafa Billah Shah, saat mantan Raja Malaysia tersebut datang untuk memberikan penghormatan terakhir pada Senin.
"Kondisinya cukup baik tadi malam," tambah Mahathir pada 28 September.
Hasmah meninggal dunia di Institut Jantung Negara pada sekitar pukul 09.20 pagi Senin 28 September. Ia berusia 100 tahun.
Ia mendapatkan penghormatan pemakaman kenegaraan dan dimakamkan di Makam Pahlawan Nasional di Putrajaya pada hari yang sama. Dalam video yang viral di dunia maya, Mahathir terlihat menangis di atas kursi roda saat prosesi pemakaman berlangsung.
Berita kematiannya memicu gelombang ungkapan belasungkawa; banyak pihak mengenang kehangatan dan keanggunan sikapnya, serta kontribusinya bagi Malaysia.
Saat berbicara kepada wartawan usai pemakaman pada hari Senin, putra keduanya, Mokhzani Mahathir mengatakan bahwa Hasmah dalam semangat yang baik pada malam sebelum meninggal, namun kondisi kesehatannya tiba-tiba memburuk pada Senin pagi.
Putra lainnya, Mukhriz Mahathir, mengatakan bahwa ayahnya terus mendampingi Hasmah hingga embusan napas terakhirnya.
Mukhriz menambahkan bahwa jantung ibunya mulai mengalami komplikasi sekitar pukul 08.00 pagi pada hari Senin, dan dokter sempat melakukan tindakan resusitasi jantung paru (CPR).
"Beliau selalu mengutamakan rakyat dan negara. Bahkan, beliau terus memikirkan masa depan mereka hingga akhir hayatnya," ujar Mukhriz mengenai ibunya, sebagaimana dikutip oleh portal berita lokal Free Malaysia Today.
Putri Mahathir, Marina Mahathir mengatakan bahwa ayahnya dalam kondisi sehat namun sedang berduka atas kepergian pendamping hidupnya.
"Tentu saja dia sedih. Beliau adalah pasangannya selama 70 tahun. Dia merasa kesepian," ujarnya kepada wartawan pada hari Senin, sebagaimana dikutip oleh platform berita lokal Berita Harian.
Hasmah telah menikah dengan Mahathir sejak tahun 1956, dan mereka merayakan 70 tahun kebersamaan pada bulan Agustus lalu.
Mereka bertemu saat sama-sama menempuh studi kedokteran di institusi yang kala itu dikenal sebagai King Edward VII College of Medicine di Singapura.
Setelah lulus, Hasmah yang lahir di Klang, Selangor menjadi perempuan pertama yang diangkat sebagai pejabat medis di layanan pemerintah Kedah, negara bagian asal suaminya.
Hasmah juga memanfaatkan perannya sebagai istri mantan perdana menteri untuk mengampanyekan isu kesehatan ibu, keluarga berencana, literasi, pencegahan penyalahgunaan narkoba, serta kesehatan mental.