Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi. (Anadolu Agency)
Presiden Sisi Tak Akan Ubah Konstitusi Mesir, Masa Jabatan Tetap Berakhir di 2030
Willy Haryono • 17 October 2026 20:21
Kairo: Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi menegaskan masa jabatannya akan berakhir pada 2030 dan ia berkomitmen tak akan mengubah konstitusi negara untuk memperpanjang kekuasaannya.
Pernyataan tersebut disampaikan Sisi pada Sabtu, 17 Oktober 2026, menurut laporan surat kabar milik pemerintah, Al-Ahram.
“Tahun 2030 akan menandai berakhirnya masa jabatan presiden saya. Masalah ini sudah sepenuhnya diputuskan,” kata Sisi dalam upacara wisuda di Akademi Militer Mesir, yang berlokasi di Ibu Kota Administratif Baru.
Sisi mengatakan konstitusi Mesir “tidak akan disentuh." Ia menekankan pentingnya mencegah pelanggaran terhadap prinsip-prinsip konstitusional dan demokrasi.
Menurut Sisi, konstitusi menetapkan peran angkatan bersenjata dalam melindungi tatanan konstitusional, demokrasi, serta pilar-pilar fundamental negara.
“Saya tidak akan meninggalkan negara Mesir sebelum negara ini dipenuhi oleh rakyatnya sendiri yang mampu memikul tanggung jawab,” ujarnya.
Sisi menambahkan bahwa generasi baru pemimpin sedang dipersiapkan melalui Akademi Militer Mesir.
Mesir Siap Membela Arab Saudi
Dalam kesempatan yang sama, Sisi mengatakan Mesir siap mengambil langkah apa pun yang diminta Arab Saudi untuk melindungi keamanan dan kedaulatan kerajaan tersebut.“Kami akan mengambil tindakan apa pun untuk melindungi Arab Saudi,” kata Sisi. Ia menambahkan bahwa dirinya akan meminta parlemen menggelar sidang darurat untuk memberikan persetujuan atas langkah tersebut jika Arab Saudi memintanya.
“Kami berdiri teguh untuk melindungi dan membela wilayah saudara-saudara kami di Teluk,” ujarnya.
Baca juga: Mesir Siap Beri Dukungan Apa Pun kepada Arab Saudi untuk Hadapi Houthi