8 Orang Utan Terdampak Karhutla Berhasil Dilepasliarkan

Pelepasliaran Orang Utan. Foto: Tangkapan layar Youtube Metro TV

8 Orang Utan Terdampak Karhutla Berhasil Dilepasliarkan

Muhamad Marup • 17 October 2026 16:01

Jakarta: Sebanyak delapan orang utan terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) berhasil dilepasliarkan. Supervisor Medis Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI), Adisa Prayoga, menyebut, delapan orang utan tersebut dievakuasi dari lokasi berbeda, tapi semua terdampak karhutla.

"8 individu orang utan berhasil dilepasliarkan. Lokasi berbeda-beda tapi semua terdampak karhutla," ujar Adisa, dalam program Meet Nite Live Metro TV, Jumat, 17 Oktober 2026.

Ia menjelaskan, selain delapan orang utan, ada juga satu orang utan yang meninggal. Pihaknya tidak bisa menyelamatkan karena kondisi ketika ditemukan sudah sangat parah.

Adisa menyebut, proses pelepasliaran menjadi tantangan tersendiri. Karhutla yang cukup masif mempersulit penentuan area lokasi yang aman bagi orang utan.

Supervisor Medis Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI), Adisa Prayoga dalam program Meet Nite Live. Foto: Tangkapan layar Youtube Metro TV

"Kami mencari lokasi yang sesuai karena kebakaran di hutan Ketapang cukup masif sehingga sulit mencari area lokasi yang aman," jelasnya.

Adisa menyebut, untuk proses evakuasi pihaknya memiliki tim khusus. Beberapa anggota turun ke area terdampak untuk mencari hewan yang terdampak karhutla.

"Jika memang ditemukan individu orang utan yang butuh evakuasi, kita evakuasi atau membawa ke pusat rehabilitasi kita dulu, baru setelahnya jika kondisi baik, akan kita carikan lokasi untuk dilepasliarkan kembali," katanya. Selain inisiatif tim, pihaknya juga bekerja sama dengan desa-desa di Ketapang, Kalimantan Barat. Setiap hari para mitra akan melaporkan kondisi, termasuk jika menemukan satwa yang terdampak karhutla.

"Kami bermitra dengan desa-desa di Ketapang. Dari mitra-mitra melaporkan setiap harinya terkait keberadaan satwa di masyarakat," ucapnya.  

(Muhamad Marup)