Simulasi Cicilan KUR BRI Rp500 Juta, Cek Syarat dan Cara Pengajuannya

Ilustrasi. Foto: Dok MI

Simulasi Cicilan KUR BRI Rp500 Juta, Cek Syarat dan Cara Pengajuannya

Eko Nordiansyah • 18 October 2026 13:50

Jakarta: Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang membutuhkan tambahan modal dapat memanfaatkan Kredit Usaha Rakyat (KUR). Program pembiayaan yang didukung pemerintah ini menyediakan pinjaman untuk membantu pengembangan usaha, dengan besaran plafon dan ketentuan yang disesuaikan berdasarkan kategori KUR.

Salah satu bank yang menyalurkan fasilitas tersebut adalah PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI. Calon debitur perlu memperhatikan besaran pinjaman, suku bunga, serta jangka waktu pelunasan sebelum menentukan jumlah pembiayaan yang akan diajukan.

Dalam simulasi ini, bunga pinjaman diasumsikan sebesar enam persen per tahun dengan pilihan tenor mulai dari satu hingga lima tahun. Perlu diperhatikan bahwa plafon Rp500 juta tidak otomatis tersedia untuk seluruh jenis KUR sehingga calon debitur perlu memastikan kesesuaian skema pinjaman dengan ketentuan BRI.

Simulasi angsuran KUR BRI Rp500 juta

Besarnya cicilan bulanan menjadi salah satu hal penting yang perlu diperhitungkan sebelum mengambil pinjaman. Semakin panjang masa pelunasan, semakin kecil nominal angsuran per bulan. Namun, calon debitur tetap perlu menyesuaikan tenor dengan kondisi keuangan dan proyeksi pendapatan usahanya.

Berikut perkiraan angsuran KUR BRI dengan plafon Rp500 juta berdasarkan simulasi yang menggunakan bunga enam persen per tahun:
  • Tenor 12 bulan: Rp44.166.667 per bulan.
  • Tenor 24 bulan: Rp23.333.333 per bulan.
  • Tenor 36 bulan: Rp16.388.889 per bulan.
  • Tenor 48 bulan: Rp12.916.667 per bulan.
  • Tenor 60 bulan: Rp10.833.333 per bulan.
Perbedaan jangka waktu pembayaran tersebut dapat menjadi pertimbangan bagi pelaku UMKM dalam mengatur arus kas. Tenor yang lebih pendek membutuhkan anggaran cicilan bulanan lebih besar, sedangkan tenor yang lebih panjang memberikan ruang pembayaran bulanan yang lebih ringan.

Meski demikian, nominal di atas merupakan simulasi dan bukan penawaran resmi dari bank. Besaran angsuran yang sebenarnya perlu dikonfirmasi kepada BRI karena dapat dipengaruhi skema pembiayaan, ketentuan bunga, serta hasil penilaian terhadap pengajuan debitur.

Sebelum menentukan plafon dan tenor, pelaku usaha sebaiknya menghitung pendapatan rutin, biaya produksi, gaji pekerja, kebutuhan operasional, dan kewajiban pembayaran lainnya. Langkah ini diperlukan agar pembayaran pinjaman tidak mengurangi modal kerja yang dibutuhkan untuk menjalankan usaha.
(Ilustrasi. Foto: Dok MI)

Persyaratan calon debitur KUR BRI

Pengajuan KUR tidak hanya mempertimbangkan kebutuhan modal, tetapi juga kelayakan pemohon dan usaha yang dijalankan. Oleh karena itu, calon debitur perlu memeriksa dokumen serta ketentuan yang berlaku sebelum mengajukan pembiayaan.

Secara umum, sejumlah persyaratan yang perlu diperhatikan meliputi:
  • Berstatus sebagai Warga Negara Indonesia (WNI) dan berusia minimal 21 tahun atau sudah menikah.
  • Menyiapkan identitas diri berupa Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK).
  • Memiliki dokumen perizinan atau legalitas usaha sesuai ketentuan.
  • Menyediakan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) apabila dipersyaratkan, termasuk untuk pengajuan dengan nilai di atas Rp50 juta sesuai ketentuan yang berlaku.
  • Menjalankan usaha produktif yang dinilai layak menerima pembiayaan.
  • Memiliki usaha yang telah berjalan aktif sekurang-kurangnya enam bulan, apabila disyaratkan oleh skema KUR yang dipilih.
  • Memenuhi ketentuan mengenai fasilitas kredit lain yang sedang dimiliki. Kredit konsumtif tertentu, seperti Kredit Pemilikan Rumah (KPR), Kredit Kendaraan Bermotor (KKB), dan kartu kredit, dapat memiliki pengecualian sesuai aturan program.
  • Memenuhi batas plafon, tenor, serta persyaratan lain berdasarkan kategori KUR yang diajukan.
Persyaratan tersebut perlu diperiksa kembali sebelum pengajuan dilakukan. Ketentuan usia, lama usaha, dokumen, batas pinjaman, dan kepemilikan kredit lain dapat berbeda menurut jenis fasilitas KUR. Calon debitur disarankan meminta informasi langsung dari BRI agar dokumen yang disiapkan sesuai dengan ketentuan terbaru.

Langkah mengajukan KUR BRI secara online dan offline

BRI menyediakan jalur pengajuan yang dapat dipilih calon debitur sesuai kebutuhan. Pemohon dapat memeriksa layanan daring yang tersedia atau mendatangi kantor cabang untuk mendapatkan penjelasan mengenai fasilitas pembiayaan.

1. Mengajukan pinjaman melalui situs resmi

Apabila layanan pendaftaran daring tersedia, calon debitur dapat mengikuti petunjuk pada situs resmi KUR BRI. Secara umum, tahapan yang perlu diperhatikan adalah sebagai berikut:
  • Buka situs KUR BRI melalui alamat kur.bri.co.id.
  • Buat akun apabila belum terdaftar atau masuk menggunakan akun yang sudah dimiliki.
  • Lakukan verifikasi akun jika sistem memintanya.
  • Pilih menu pengajuan pinjaman dan pelajari ketentuan yang ditampilkan.
  • Isi informasi pribadi serta data usaha secara lengkap sesuai dokumen resmi.
  • Unggah dokumen pendukung yang diminta oleh sistem.
  • Tentukan nominal pinjaman dan tenor yang ingin diajukan, sesuai pilihan yang tersedia.
  • Gunakan fasilitas simulasi angsuran apabila tersedia untuk memperkirakan kewajiban pembayaran.
  • Pantau informasi lanjutan mengenai status permohonan dari pihak bank.
Pemohon perlu memastikan seluruh informasi yang dimasukkan sesuai dengan kondisi sebenarnya. Pengajuan secara daring tidak menjamin pinjaman langsung disetujui karena bank tetap perlu memeriksa kelengkapan dokumen, kelayakan usaha, dan kemampuan calon debitur dalam membayar angsuran.

2. Mengajukan pinjaman langsung ke kantor BRI

Calon debitur yang ingin berkonsultasi secara langsung dapat mendatangi kantor cabang BRI. Cara ini memungkinkan pemohon memperoleh penjelasan mengenai jenis pembiayaan, batas pinjaman, serta persyaratan yang sesuai dengan kebutuhan usahanya.

Berikut tahapan yang dapat dilakukan:
  • Siapkan dokumen identitas, dokumen usaha, NPWP jika diperlukan, dan dokumen tambahan sesuai arahan bank.
  • Kunjungi kantor cabang BRI untuk menanyakan jenis KUR yang sesuai dengan kebutuhan pembiayaan.
  • Sampaikan informasi mengenai usaha, kebutuhan modal, dan nominal pinjaman yang direncanakan.
  • Isi formulir permohonan serta serahkan dokumen yang diminta.
  • Ikuti proses verifikasi, pemeriksaan usaha, atau wawancara apabila diperlukan.
  • Tunggu hasil evaluasi bank untuk mengetahui apakah pengajuan dapat disetujui.
Pada tahap konsultasi, calon debitur juga dapat meminta rincian mengenai suku bunga, biaya yang mungkin dikenakan, pilihan tenor, serta estimasi cicilan berdasarkan jumlah pinjaman. Informasi ini penting agar pemohon dapat menilai kemampuan membayar sebelum menyepakati pembiayaan.

Perencanaan yang matang dapat membantu pelaku UMKM memanfaatkan KUR sesuai kebutuhan usaha. Selain memperhitungkan besarnya modal yang diperlukan, calon debitur perlu memastikan bahwa pendapatan usaha mampu menutup angsuran tanpa mengganggu biaya operasional sehari-hari.

Sebelum mengajukan pinjaman Rp500 juta, pastikan plafon tersebut tersedia untuk kategori KUR yang sesuai dengan profil usaha. Konfirmasikan pula simulasi angsuran dan persyaratan terbaru melalui kanal resmi BRI agar keputusan pembiayaan didasarkan pada informasi yang akurat. (Selsha Septifanie Gunawan)

(Eko Nordiansyah)