Berapa Dana Pensiun yang Ideal? Simak 5 Cara Menghitungnya

Ilustrasi. Foto: Dok Pexels

Berapa Dana Pensiun yang Ideal? Simak 5 Cara Menghitungnya

Eko Nordiansyah • 19 October 2026 19:06

Jakarta: Menyiapkan dana pensiun sejak dini penting agar kebutuhan hidup tetap terpenuhi setelah tidak lagi bekerja. Namun, jumlah dana yang dibutuhkan setiap orang berbeda, tergantung pada penghasilan, pengeluaran, usia pensiun, gaya hidup, dan sumber pendapatan pada masa tua.

Salah satu cara menghitung dana pensiun adalah menargetkan 10-12 kali penghasilan tahunan. Target ini dapat disesuaikan dengan kondisi keuangan masing-masing. Dikutip dari Yahoo Finance, berikut lima cara menghitung kebutuhan dana pensiun.

1. Siapkan dana 10-12 kali penghasilan tahunan

Salah satu cara memperkirakan kebutuhan dana pensiun adalah mengalikan penghasilan tahunan dengan 10 hingga 12.

Sebagai contoh, seseorang dengan penghasilan Rp15 juta per bulan memiliki penghasilan tahunan Rp180 juta. Dengan metode ini, target dana pensiunnya berkisar Rp1,8 miliar hingga Rp2,16 miliar.

Angka tersebut merupakan perkiraan awal, bukan jaminan bahwa dana akan mencukupi seluruh kebutuhan selama pensiun. Target perlu disesuaikan dengan pengeluaran, utang, dan sumber pendapatan yang tersedia.

2. Gunakan aturan 25 kali pengeluaran tahunan

Metode berikutnya adalah 25x rule, yaitu menyiapkan dana pensiun sebesar 25 kali kebutuhan penarikan tahunan dari tabungan dan investasi.

Misalnya, seseorang membutuhkan Rp5 juta per bulan dari tabungan dan investasi saat pensiun. Kebutuhan tersebut setara dengan Rp60 juta per tahun. Dengan demikian, target dana pensiunnya mencapai Rp1,5 miliar.

Metode ini berkaitan dengan aturan penarikan empat persen (empat percent rule). Pendekatan tersebut menggunakan penarikan sebesar empat persen dari nilai awal portofolio pada tahun pertama, kemudian menyesuaikan nominal penarikan berikutnya dengan inflasi.

Namun, metode ini tidak menjamin dana akan mencukupi sepanjang masa pensiun. Hasilnya perlu disesuaikan dengan usia pensiun, hasil investasi, dan kebutuhan tak terduga.
(Ilustrasi. Foto: Dok Metrotvnews.com)

3. Sesuaikan tabungan dengan usia

Kesiapan pensiun juga dapat diperkirakan dengan membandingkan jumlah tabungan terhadap penghasilan tahunan berdasarkan usia.

Sebagai contoh, seseorang berusia 40 tahun dengan penghasilan Rp10 juta per bulan atau Rp120 juta per tahun memiliki target tabungan sekitar Rp180 juta hingga Rp300 juta berdasarkan tolok ukur T. Rowe Price.

Sementara itu, seseorang berusia 50 tahun dengan penghasilan tahunan yang sama memiliki target sekitar Rp420 juta hingga Rp660 juta.

Angka tersebut merupakan patokan untuk mengevaluasi perkembangan tabungan, bukan jumlah final yang pasti mencukupi kebutuhan pensiun. Jika tabungan belum mencapai target, seseorang dapat mengevaluasi pengeluaran dan meningkatkan alokasi tabungan secara bertahap.

4. Sisihkan minimal 15 persen penghasilan

Fidelity merekomendasikan menyisihkan minimal 15 persen penghasilan sebelum pajak untuk dana pensiun, termasuk kontribusi pemberi kerja jika ada.

Sebagai contoh, orang dengan penghasilan Rp10 juta per bulan dapat menabung Rp1,5 juta, sedangkan penghasilan Rp15 juta dapat menyisihkan Rp2,25 juta.

Rekomendasi ini mengasumsikan seseorang menabung secara rutin sejak usia 25 hingga 67 tahun dan menerima manfaat jaminan sosial di Amerika Serikat. Di Indonesia, pekerja perlu memperhitungkan manfaat BPJS Ketenagakerjaan, dana pensiun perusahaan jika tersedia, serta tabungan dan investasi pribadi.

Jumlah tabungan sebaiknya disesuaikan dengan kemampuan keuangan agar kebutuhan pokok tetap terpenuhi.

5. Perkirakan kebutuhan pensiun 80 persen penghasilan

Aturan 80 persen memperkirakan kebutuhan hidup saat pensiun sekitar 80 persen dari penghasilan sebelum pensiun. Misalnya, seseorang berpenghasilan Rp15 juta per bulan diperkirakan membutuhkan Rp12 juta per bulan saat pensiun.

Perhitungan ini mempertimbangkan kemungkinan berkurangnya biaya transportasi kerja atau cicilan rumah, meski biaya kesehatan bisa meningkat. Karena itu, target dana pensiun perlu disesuaikan dengan pengeluaran rumah tangga, tempat tinggal, kesehatan, dan rencana hidup.

Faktor yang memengaruhi kebutuhan dana pensiun

Besarnya dana pensiun tidak hanya ditentukan oleh penghasilan. Ada beberapa faktor lain yang perlu diperhitungkan, yaitu:
  • Usia pensiun: Pensiun lebih dini berarti dana perlu menopang kebutuhan hidup dalam waktu lebih lama.
  • Gaya hidup: Rencana aktivitas dan kebutuhan sehari-hari memengaruhi besarnya pengeluaran.
  • Kesehatan: Biaya pemeriksaan, obat-obatan, dan perawatan perlu masuk dalam perhitungan.
  • Utang dan pengeluaran tetap: Cicilan rumah, kendaraan, dan kewajiban lainnya dapat membebani keuangan saat pensiun.
  • Sumber pendapatan: Manfaat BPJS Ketenagakerjaan, dana pensiun perusahaan, pendapatan sewa properti, serta hasil investasi dapat membantu memenuhi kebutuhan masa tua.

Perhatikan manfaat BPJS Ketenagakerjaan

Pekerja dapat memperhitungkan manfaat BPJS Ketenagakerjaan saat merencanakan dana pensiun. Jaminan Hari Tua (JHT) dibayarkan sekaligus sesuai ketentuan, sedangkan Jaminan Pensiun (JP) memberikan manfaat bulanan bagi peserta yang memenuhi syarat.

Dengan menghitung kedua manfaat tersebut, pekerja dapat memperkirakan kebutuhan dana tambahan dari tabungan atau investasi pribadi.

Cara mempersiapkan dana pensiun

Setelah menentukan target, ada beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mempersiapkan dana pensiun:
  • Hitung kebutuhan hidup: Perkirakan pengeluaran untuk makanan, tempat tinggal, listrik, transportasi, kesehatan, dan kebutuhan keluarga.
  • Menabung secara rutin: Sisihkan sebagian penghasilan dan tingkatkan alokasinya secara bertahap ketika pendapatan bertambah.
  • Periksa manfaat pensiun: Hitung perkiraan manfaat BPJS Ketenagakerjaan dan program pensiun perusahaan jika tersedia.
  • Evaluasi target secara berkala: Sesuaikan rencana dengan perubahan penghasilan, tanggungan, kesehatan, dan usia pensiun.
  • Pertimbangkan bantuan profesional: Perencana keuangan dapat membantu menyusun strategi sesuai kondisi keuangan dan profil risiko.
Kebutuhan dana pensiun berbeda bagi setiap orang, tergantung pada pengeluaran, sumber pendapatan, dan lama masa pensiun. Karena itu, penting untuk menghitung kebutuhan sejak dini dan menabung secara rutin agar keuangan tetap terjaga saat tua. (Hasri Khairunnisa)

(Eko Nordiansyah)