Pelaksana tugas (plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Berton SP Panjaitan menjelaskan sebaran kebakaran hutan dan lahan di Pulau Sumatra. Dok. Tangkapan Layar
Prioritas Penanganan Karhutla Bergeser, Fokus Beralih ke Sumatra dan Kalimantan
Achmad Zulfikar Fazli • 26 October 2026 22:11
Jakarta: Prioritas penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mengalami pergeseran. Provinsi Riau tidak lagi menjadi fokus utama menyusul turunnya intensitas karhutla di wilayah tersebut.
“Kami perlu menyampaikan perhatian kami terhadap Riau sudah beralihkan atau tidak lagi karena memang curah hujan alami di sana sudah relatif banyak, dan sudah memadamkan lahan-lahan yang kebakaran,” ujar pelaksana tugas (plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Berton SP Panjaitan dalam konferensi pers secara daring, Senin, 26 Oktober 2026.
Berton menjelaskan perbaikan kondisi di Riau dipicu faktor alam. Dia menyampaikan curah hujan di wilayah tersebut cukup masif untuk memadamkan karhutla.
Dengan meredanya situasi kebakaran tersebut, Berton menyampaikan BPBD mengalihkan atensi utama penanganan ke Pulau Sumatra dan Kalimantan.
Per 25 Oktober 2026, BNPB mencatat 990 hektare lahan dalam penanganan di Pulau Sumatra. Konsentrasi penanganan terbanyak berada di Sumatra Selatan seluas 889 hektare, Jambi 89 hektare, serta Lampung (TNWK) 12 hektare.
_%20Foto-%20Dok_%20Antara.jpg)
Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Foto- Dok. Antara
Di Pulau Kalimantan, BNPB mencatat sekitar 3.392 hektare lahan dalam proses pemadaman. Wilayah tersebut meliputi Kalimantan Tengah seluas 2.456 hektare, Kalimantan Barat seluas 884 hektare, serta Kalimantan Selatan seluas 52 hektare.
“Sehingga perhatian kita tentu di Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat khususnya di Kabupaten Ketapang maupun Kayong Utara,” ujar Berton.
(Arini Noviawati Gunawan)