Sejumlah warga Palestina mengantre makanan di Jalur Gaza. (Anadolu Agency)
Jelang Musim Dingin, WHO Khawatir Krisis Kesehatan Gaza Semakin Memburuk
Willy Haryono • 3 October 2026 17:51
Jenewa: Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan konsekuensi serius dari penundaan berulang dalam memasok obat-obatan penyelamat jiwa, prostesis, dan perlengkapan medis ke Jalur Gaza.
WHO menegaskan kebutuhan kemanusiaan dan kesehatan di Gaza akan terus meningkat menjelang musim dingin.
Situs UN News mengutip Perwakilan WHO di wilayah Palestina yang diduduki, Reinheld van De Weerdt, yang berbicara kepada wartawan di Jenewa melalui sambungan video dari Yerusalem Timur pada Sabtu, 3 Oktober 2026.
“Truk yang membawa pasokan yang tidak diprioritaskan, atau pasokan penting yang tiba terlambat, tidak membantu menyelamatkan nyawa,” kata Van De Weerdt.
WHO Minta Akses Bantuan Dipermudah
Van De Weerdt mendesak otoritas Israel untuk melonggarkan pembatasan terhadap masuknya pasokan medis ke Gaza. Ia mengatakan barang-barang tersebut didasarkan pada standar yang diakui secara internasional dan sesuai dengan kebutuhan rumah sakit serta fasilitas kesehatan.Ia mengatakan satu pengiriman prostesis dan alat bantu telah ditolak masuk sebanyak empat kali dalam enam bulan terakhir.
Sementara itu, pergerakan obat-obatan disebut relatif lebih lancar. Sekitar 87 persen obat-obatan telah disetujui untuk masuk, sedangkan sedikit lebih dari 1 persen ditolak.
Van De Weerdt menekankan bahwa WHO membutuhkan pasokan kemanusiaan dan kesehatan masuk ke Gaza dalam skala besar, tanpa hambatan atau penundaan.
Ia juga menyerukan sistem yang memungkinkan penggunaan beberapa titik penyeberangan guna memastikan arus bantuan lebih cepat dan teratur.
Musim Dingin Picu Kekhawatiran Baru
Van De Weerdt memperingatkan bahwa musim dingin yang semakin dekat meningkatkan kebutuhan mendesak terhadap pasokan. Ia mengatakan sekitar dua juta orang di Gaza tidak memiliki tempat berlindung yang dapat melindungi mereka dari cuaca dingin dan risiko banjir.Ia juga mengatakan kerusakan laboratorium kesehatan masyarakat menyulitkan pemantauan dan pelacakan potensi wabah penyakit.
Menurutnya, risiko penyakit yang sebenarnya dapat dicegah semakin meningkat akibat keterbatasan tempat berlindung yang aman dan air bersih, serta penyebaran hewan pengerat pembawa penyakit.
Pada Selasa sebelumnya, WHO telah memperingatkan bahwa musim hujan yang mendekat meningkatkan kekhawatiran terhadap memburuknya risiko kesehatan di Jalur Gaza. Mayoritas penduduk di wilayah tersebut masih hidup dalam kondisi yang sangat memprihatinkan.
Baca juga: PM Qatar Sebut Netanyahu Penjahat Perang atas Tindakan di Gaza