Kabut asap menutupi kawasan permukiman di Palu, Sulawesi Tengah, Senin (5/10/2026). (ANTARA FOTO/Muhammad Rifki Hasan/agr)
Kabut Asap Kepung Palu, Kualitas Udara Masuk Kategori Tidak Sehat
Lukman Diah Sari • 5 October 2026 20:41
Palu: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan bahwa kabut asap yang menyelimuti Kota Palu dan sekitarnya dipicu oleh dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Sulawesi Tengah (Sulteng).
"Peningkatan konsentrasi polutan udara di Kota Palu telah terpantau sejak akhir September 2026," kata Ketua Tim Layanan Publik dan Humas BMKG GAW Lore Lindu Bariri, Soeharto, di Palu, Senin, 5 Oktober 2026, melansir Antara.
Menurut catatan BMKG, kualitas udara di Kota Palu mengalami penurunan drastis hingga masuk dalam kategori tidak sehat selama beberapa hari terakhir. Berdasarkan hasil pengamatan citra satelit, perburukan kualitas udara ini dipicu oleh sebaran asap karhutla regional di Sulteng, dengan titik api terbanyak berasal dari Kabupaten Morowali dan Kabupaten Tojo Una-Una.
"Pergerakan angin di atmosfer membawa kabut asap tersebut hingga masuk dan mengepung wilayah Kota Palu," ujar Soeharto.
Selain akibat titik panas lokal di Sulteng, pemantauan dalam tujuh hari terakhir juga menunjukkan adanya kontribusi sebaran asap karhutla dari wilayah Papua Selatan yang terbawa angin. Kondisi ini makin diperparah oleh fenomena iklim El Nino. Kurangnya curah hujan membuat hilangnya mekanisme pembilasan alami polutan di udara.
"Pada kondisi normal, hujan berfungsi membersihkan udara dari polutan sehingga kualitas udara biasanya berada di kategori baik hingga sedang. Namun, saat ini curah hujan berkurang drastis," tuturnya.

Kabut asap menutupi kawasan permukiman di Palu, Sulawesi Tengah, Senin (5/10/2026). (ANTARA FOTO/Muhammad Rifki Hasan/agr)
BMKG memprediksi kualitas udara di Kota Palu dalam beberapa hari ke depan masih akan berada pada konsentrasi PM10 kategori sedang dan PM2,5 kategori tidak sehat.
Oleh karena itu, BMKG mengimbau warga Kota Palu untuk tetap tenang namun terus meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di luar rumah. Masyarakat disarankan agar selalu mengenakan masker dan pakaian tertutup guna menghindari paparan langsung.
"Termasuk menjaga hidrasi tubuh untuk mencegah dehidrasi, serta tidak memperparah kondisi udara dengan melakukan pembakaran sampah sembarangan," pungkasnya.