Rusia Akan Lanjutkan Serangan Besar di Kyiv, Serukan Diplomat Asing untuk Pergi

Rusia meminta diplomat asing meninggalkan Kyiv agar tak terkena serangan berskala besar. (Anadolu Agency)

Rusia Akan Lanjutkan Serangan Besar di Kyiv, Serukan Diplomat Asing untuk Pergi

Willy Haryono • 4 October 2026 08:46

Moskow: Rusia meminta para diplomat asing untuk meninggalkan Kyiv dan memperingatkan bahwa Moskow akan terus melancarkan serangan berskala besar di ibu kota Ukraina tersebut.

Kementerian Luar Negeri Rusia, yang sebelumnya menyampaikan peringatan serupa di bulan Mei, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa serangan tersebut merupakan respons terhadap apa yang disebutnya sebagai tindakan "teroris" Angkatan Bersenjata Ukraina terhadap penduduk sipil dan infrastruktur sipil Rusia.

Menurut kementerian, seperti dikutip dari Anadolu Agency, Minggu, 4 Oktober 2026, Angkatan Bersenjata Rusia akan terus melakukan serangan terarah secara sistematis terhadap fasilitas militer di Kyiv dan kota-kota Ukraina lainnya.

Kementerian Luar Negeri Rusia menyatakan keprihatinan karena peringatan sebelumnya disebut tidak diperhatikan. Sejumlah kedutaan asing masih beroperasi di Kyiv dan para pejabat asing juga terus mengunjungi Ukraina.

"Angkatan Bersenjata Federasi Rusia akan terus melakukan serangan balasan berskala besar," kata pihak kementerian dalam pernyataan resmi.

Kemlu Rusia juga kembali meminta warga negara asing, termasuk staf misi diplomatik, untuk tidak berada atau bepergian ke Ukraina.

" Tanggung jawab atas segala kemungkinan konsekuensi buruk sepenuhnya berada pada mereka yang memilih mengabaikan peringatan ini," ungkapnya.

Moskow dan Kyiv meningkatkan serangan dalam beberapa bulan terakhir dengan menyasar pusat logistik, pelabuhan, dan infrastruktur energi satu sama lain. Kedua pihak membantah sengaja menargetkan infrastruktur sipil dan menyatakan serangan diarahkan terhadap sasaran militer atau fasilitas yang terkait dengan aktivitas militer.

Dalam beberapa hari terakhir, serangan terhadap Kyiv meningkat. Sejumlah jembatan yang melintasi Sungai Dnieper menjadi salah satu infrastruktur yang menjadi sasaran, termasuk Jembatan Pivnichnyi pada Sabtu.

Baca juga: Zelensky Prediksi Rusia Akan Tingkatkan Serangan Jelang Pemilu Sela AS 2026

(Willy Haryono)