Tiongkok dan AS Sepakati Pemangkasan Tarif Senilai USD30 Miliar hingga Dialog AI

Presiden AS Donald Trump dan Presiden Tiongkok dalam sebuah pertemuan di Korea Selatan. Foto: The New York Times

Tiongkok dan AS Sepakati Pemangkasan Tarif Senilai USD30 Miliar hingga Dialog AI

Eko Nordiansyah • 27 September 2026 07:57

Washington: Tiongkok dan AS telah menyepakati pengaturan pengurangan tarif timbal balik senilai USD30 miliar dan peluncuran dialog mengenai AI. Kementerian Luar Negeri Tiongkok menyampaikan kesepakatan ini sebagai bagian dari konsensus delapan poin yang dicapai selama kunjungan Presiden Tiongkok Xi Jinping ke AS.

Xi mengunjungi Amerika Serikat pada Rabu-Kamis, 23-25 September 2026. Kementerian tersebut juga menyebut, kedua belah pihak juga sepakat untuk memperpanjang hasil konsultasi ekonomi dan perdagangan sebelumnya serta membentuk Dewan Perdagangan dan mekanisme lainnya. 

Dikutip dari Investing, Minggu, 27 September 2026, kedua pemerintah mendukung kinerja tim ekonomi masing-masing dan sepakat untuk membentuk dewan perdagangan bilateral. Mereka juga mendukung perpanjangan kesepakatan yang dicapai dalam negosiasi sebelumnya di Kuala Lumpur.

Washington dan Beijing sebelumnya telah sepakat untuk memperpanjang gencatan senjata perdagangan yang ada selama dua bulan dari tanggal berakhirnya pada 10 November, guna memberikan lebih banyak waktu bagi negosiasi mengenai kesepakatan ekonomi yang lebih luas.



(Ilustrasi. Foto: Freepik)

Luncurkan dialog AI

KTT Trump-Xi yang berlangsung selama tiga hari tersebut berakhir pada hari Jumat setelah pembahasan yang mencakup perdagangan, teknologi, dan kebijakan luar negeri. Xi telah kembali ke Beijing, menurut laporan media pemerintah Tiongkok.

Berdasarkan kesepakatan AI tersebut, kedua belah pihak akan bertukar pandangan mengenai risiko dan manfaat kecerdasan buatan (AI), dengan dialog berikutnya dijadwalkan pada bulan November. Mereka juga akan membentuk saluran komunikasi bilateral untuk insiden terkait AI.

Kesepakatan ini tercapai di tengah posisi teknologi AI sebagai bidang utama persaingan ekonomi antara kedua negara, selain semikonduktor dan teknologi canggih lainnya. 

Kedua belah pihak juga sepakat bahwa Iran harus mematuhi komitmennya untuk tidak mengembangkan senjata nuklir dan menyatakan bahwa tidak ada negara atau lembaga yang boleh membebankan pungutan di jalur pelayaran internasional.

Kedua pemerintah juga sepakat untuk saling mendukung dalam penyelenggaraan pertemuan internasional berskala besar. Tiongkok dan AS dijadwalkan menjadi tuan rumah pertemuan para pemimpin Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC) dan KTT G20, di mana Trump dan Xi telah mengisyaratkan rencana untuk menghadiri acara yang diselenggarakan oleh negara masing-masing.

(Eko Nordiansyah)