Percepat Target Net Zero, Pemerintah Dorong Energi Surya Capai 100 GWp

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Foto: Dok Seminar Nasional Green Economy 2045

Percepat Target Net Zero, Pemerintah Dorong Energi Surya Capai 100 GWp

Eko Nordiansyah • 29 September 2026 12:45

Jakarta: Pemerintah mendorong energi surya sebagai bagian dari energi hijau dengan target mencapai 100 Gigawatt-peak (GWp). Pengembangan energi surya dinilai dapat menjadi salah satu cara untuk mempercepat pencapaian target Net Zero Emission (NZE) di Indonesia.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan kebutuhan energi pada 2030 diperkirakan bertambah mencapai 400 Terawatt-hour (TWh). Semantara itu, perencanaan pembangkit dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) mencapai 69,5 gigawatt.

"Kebutuhan energi pada 2030 itu bisa mencapai tambahan 400 terawatt hour dan perencanaan pembangkit dalam RUPTL itu ada 69,5 gigawatt. Kemarin arahan Bapak Presiden di Bali, kita harus mendorong solar energy sebagai green energy sebesar 100 gigawatt peak," ucap Airlangga di sela acara Seminar Nasional Green Economy 2045 di Jakarta, Selasa, 29 September 2026.

Menurut dia, target tersebut menjadi tantangan yang perlu didorong melalui sektor industri. Diketahui apabila target pengembangan energi surya tersebut dapat tercapai, target NZE Indonesia pada 2060 berpotensi maju 10 hingga 15 tahun lebih cepat.


(Ilustrasi. Foto: Dok PLN)

Teknologi dan geotermal hydropower jadi tantangan


Airlangga menyebut teknologi menjadi salah satu tantangan terbesar dalam  mendorong ekonomi hijau di Indonesia. Selain itu, pengembangan sumber energi hijau lainnya yakni geotermal dan hydropower juga menjadi tantangan karena membutuhkan waktu yang relatif panjang.

"Teknologi menjadi salah satu tantangan. Kedua, dari jumlah energi hijau yang lain, tentu yang terkait dengan geotermal dan hydropower itu makan wakan waktunya lama, lima sampai enam tahun atau bahkan bisa tujuh tahun. Sehingga yang bisa disediakan dalam waktu yang lebih cepat adalah melalui solar energy," ucap Airlangga.

Di sisi lain, Airlangga juga mengatakan Indonesia memiliki kapasitas industri energi surya setara dengan 11 gigawatt. Hal tersebut dinilai dapat menjadi peluang bagi Indonesia untuk mempercepat energi hijau sekaligus mendukung pencapaian target NZE. (Tiaranissa Juliansyah)

(Eko Nordiansyah)