Banggar DPR Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 6%

Ketua Banggar DPR RI Said Abdullah. Foto: Tangkapan layar.

Banggar DPR Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 6%

Siti Yona Hukmana • 29 September 2026 11:17

Jakarta: Badan Anggaran (Banggar) DPR RI menargetkan pertumbuhan ekonomi 6%. Hal ini disampaikan Ketua Banggar DPR RI Said Abdullah dalam Rapat Paripurna ke-7 Masa Sidang I Tahun 2026-2027 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 29 September 2026.

Said membacakan laporan Banggar terhadap sejumlah kesepakatan pada asumsi ekonomi makro, target indikator kesejahteraan, dan postur APBN 2027. Kesepakatan itu diambil Banggar bersama pemerintah.

"Pertumbuhan ekonomi 6%," kata Said seperti dilihat dalam YouTube TVR Parlemen, Selasa, 29 September 2026.

Kemudian, laju inflasi 2,5%, nilai tukar rupiah terhadap USD17,500, tingkat suku bunga SBN 10 tahun 6,9%, harga minyak mentah Indonesia per barrel 75, lifting minyak bumi ribu barrel per hari 612,5, lifting gas bumi ribu barrel setara minyak per hari 954. 

Said mengatakan Badan Anggaran DPR RI bersama pemerintah menyepakati target pertumbuhan ekonomi 6%. Menurutnya, target 6% dibutuhkan sebagai jembatan untuk memperbesar puih ekonomi.

"Dengan skala ekonomi lebih besar, kita harapkan mayoritas rakyat mendapatkan manfaat dan aktivitas produksi dan konsumsi," ujar Said.

Ketua Banggar DPR RI Said Abdullah membacakan laporan kesepakatan Banggar DPR dengan pemerintah terkait asumsi ekonomi makro, target indikator kesejahteraan, dan postur APBN 2027. Foto: Tangkapan layar.

Said menyebut tantangan yang akan dihadapi dalam mencapai target itu tidak mudah. Strategi yang telah dan akan dituliskan pemerintah adalah memperbesar nilai tambah ekspor dan investasi. 

Presiden Prabowo Subianto disebut telah mengamanatkan pembenahan tata kelola ekspor sumber daya alam. Sebagai negara eksportir komunitif, kaat dia, Indonesia belum menguasai rantai pasok dan rantai nilai.

"Akibatnya kita belum menjadi penentu harga (price maker) dari komunitas nusantara," ungkap Said.

(Siti Yona Hukmana)