Kepala BNN Dorong Perubahan Stigma Masyarakat terhadap Rehabilitasi Narkoba

Kepala BNN RI Komjen Suyudi Ario Seto dalam audiensi dengan ahli terapi rehabilitasi, dokter Sonya, melalui audiensi di Jakarta, Senin (28/9/2026). (ANTARA/HO-BNN RI)

Kepala BNN Dorong Perubahan Stigma Masyarakat terhadap Rehabilitasi Narkoba

Achmad Zulfikar Fazli • 30 September 2026 17:22

Jakarta: Badan Narkotika Nasional (BNN) mendorong perubahan stigma masyarakat terhadap layanan rehabilitasi narkoba agar dipandang sebagai bagian dari proses pemulihan. Layanan rehabilitasi bertujuan memulihkan fungsi tubuh, mental, dan sosial pasien setelah menggunakan narkotika agar dapat mandiri dan berfungsi di tengah masyarakat.

"Pemahaman masyarakat mengenai rehabilitasi perlu terus diperkuat agar mereka yang terdampak permasalahan narkotika mendapatkan dukungan yang tepat dalam proses pemulihan," ujar Kepala BNN Komjen Suyudi Ario Seto dalam keterangan yang dikonfirmasi di Jakarta, dilansir dari Antara, Rabu, 30 September 2026.

Suyudi menegaskan BNN akan membuka ruang kolaborasi untuk memperkuat penanganan permasalahan narkotika melalui pendekatan rehabilitasi dan pascarehabilitasi. 
Salah satu upaya tersebut dilakukan melalui audiensi dengan ahli terapi rehabilitasi, dokter Sonya, di Jakarta, Senin, 28 September 2026.

Pertemuan itu membahas penguatan kolaborasi dalam edukasi mengenai bahaya narkotika, rehabilitasi, serta peningkatan pemahaman masyarakat terhadap ancaman narkotika yang terus berkembang.

Dalam audiensi tersebut, Suyudi menyampaikan setiap gagasan dan inisiatif terkait penanganan permasalahan narkotika yang disampaikan kepada BNN akan dikaji lebih lanjut.

Ilustrasi narkoba. Metrotvnews.com

Selain rehabilitasi, perkembangan penggunaan rokok elektrik atau vape menjadi perhatian. Hal ini dilakukan setelah adanya temuan narkotika jenis baru atau new psychoactive substances (NPS) dalam produk tersebut.

"Edukasi kepada masyarakat perlu terus diperkuat agar berbagai bentuk dan modus penyalahgunaan narkotika yang semakin beragam dapat dikenali sejak dini," ujar Suyudi.
 


Suyudi mengatakan BNN terbuka berkolaborasi melalui berbagai media edukasi, termasuk diskusi dan media sosial, guna membahas bahaya narkotika, kerentanan penggunaan rokok elektrik, serta pentingnya rehabilitasi. Kolaborasi diharapkan memperluas jangkauan edukasi dan memperkuat pemahaman bahwa penanggulangan penyalahgunaan narkotika membutuhkan keterlibatan masyarakat.

(Achmad Zulfikar Fazli)