Politikus Keturunan Indonesia Alvin Tedjo Terpilih Menjadi Wali Kota di Kanada

Politikus Kanada keturunan Indonesia, Alvin Tedjo. (Chloe Ellingson / The Local)

Politikus Keturunan Indonesia Alvin Tedjo Terpilih Menjadi Wali Kota di Kanada

Willy Haryono • 27 October 2026 21:58

Mississauga: Politikus Kanada keturunan Indonesia, Alvin Tedjo, terpilih menjadi Wali Kota Mississauga setelah mengalahkan petahana Carolyn Parrish dan mantan wali kota Bonnie Crombie dalam pemilihan tingkat kota yang menjadi sorotan di Kanada.

Sementara itu, Patrick Brown berhasil memenangkan masa jabatan ketiga sebagai wali kota Brampton. Di Caledon, Christina Early akan menjadi wali kota berikutnya, menurut proyeksi CBC.

Mengutip dari CBC, Selasa, 27 Oktober 2026, Tedjo memperoleh 74.479 suara atau 39,2 persen. Ia unggul atas Parrish yang meraih 51.853 suara atau 27,3 persen, serta Crombie dengan 43.191 suara atau 22,7 persen.

“Merupakan kehormatan terbesar dalam hidup saya untuk berdiri di sini sebagai wali kota Mississauga berikutnya. Ini adalah tanggung jawab yang sangat besar dan tidak saya anggap enteng,” kata Tedjo dalam pidato kemenangannya.

Pergantian Generasi Kepemimpinan

Tedjo berumur empat tahun saat dibawa orang tuanya dari Indonesia ke Kanada. Ketika Hazel McCallion mulai menjabat sebagai wali kota Mississauga pada 1978, Tedjo bahkan belum lahir.

Kemenangan tersebut menandai pergeseran generasi yang signifikan di kota itu. Tedjo menjadi orang keempat yang memegang jabatan wali kota dalam hampir setengah abad.

McCallion memimpin selama 36 tahun sebelum digantikan Bonnie Crombie, yang menjabat hampir satu dekade. Setelah Crombie, posisi tersebut dipegang Parrish, mantan anggota parlemen federal sekaligus anggota dewan kota yang telah lama berkecimpung dalam politik lokal.

Parrish mengucapkan selamat kepada wali kota terpilih dan menyatakan kesediaannya memberikan saran jika dibutuhkan.

“Pekerjaan berat menantinya. Dia bisa menelepon saya kapan saja, dan saya akan memberitahunya apa yang sebaiknya tidak dilakukan,” kata Parrish dalam pidato pengakuan kekalahannya.

Bagi Crombie, hasil pemilu ini menggagalkan upayanya kembali ke jabatan yang pernah dipegangnya selama hampir satu dekade sebelum meninggalkan posisi tersebut untuk memimpin Partai Liberal Ontario. Ia kembali ke politik lokal tahun ini dengan harapan merebut kembali kursi wali kota, tetapi akhirnya harus menyampaikan pidato kekalahan.

“Saya berbicara tentang ketekunan sepanjang kampanye ini, dan malam ini kata-kata itu terasa lebih sulit diucapkan. Namun, maknanya tetap sama. Ketika terjatuh, kita harus bangkit kembali,” kata Crombie setelah hasil pemilu diumumkan.

Dukungan Tedjo Meningkat Selama Kampanye

Tedjo merupakan anggota Dewan Kota Mississauga dari Ward 2 sejak 2022. Pemilihan kali ini menjadi upaya keduanya untuk merebut jabatan wali kota.

Dalam pemilihan sela wali kota pada 2024, ia menempati posisi kedua di belakang Parrish. Saat itu, Tedjo memperoleh 25 persen suara, sedangkan Parrish meraih 31 persen.

Dukungan terhadap Tedjo meningkat selama kampanye tahun ini. Jajak pendapat Liaison Strategies pada Agustus menempatkannya di posisi keempat dengan dukungan 12 persen dari pemilih yang telah menentukan pilihan atau cenderung mendukung kandidat tertentu. Parrish dan Crombie masing-masing memperoleh 35 persen.

Namun, pada 22 Oktober, dukungan terhadap Tedjo naik menjadi 31 persen. Ia melampaui Parrish yang memperoleh 28 persen dan berada di belakang Crombie dengan 35 persen.

Tedjo mengatakan timnya telah menghadapi keraguan sejak awal kampanye, tetapi tetap memilih memperjuangkan masa depan kota tersebut.

“Ketika kami memulai ini enam bulan lalu, kami tahu jalannya akan sulit. Orang-orang mengatakan kami tidak bisa menang dan sebaiknya tidak ikut bertarung,” kata Tedjo. “Saya ingin memperjuangkan kota ini.”

Baca juga: KJRI Vancouver Dorong Diplomasi Budaya RI-Kanada lewat Indonesia Festival 2026

(Willy Haryono)