AS Peringatkan Negara Teluk soal Potensi Serangan Intensif ke Iran usai Pemilu

Bendera Amerika Serikat dan Iran. (Anadolu Agency)

AS Peringatkan Negara Teluk soal Potensi Serangan Intensif ke Iran usai Pemilu

Muhammad Reyhansyah • 28 October 2026 14:01

Washington: Amerika Serikat (AS) memperingatkan sejumlah negara Arab di kawasan Teluk agar bersiap menghadapi kemungkinan kampanye militer singkat tetapi intensif terhadap Iran setelah pemilihan paruh waktu AS pada 3 November mendatang.

Menurut laporan The Wall Street Journal (WSJ), Selasa, 27 Oktober 2026, peringatan tersebut disampaikan melalui jalur diplomatik dan militer. Laporan itu mengutip sejumlah pihak yang telah mendapat informasi mengenai komunikasi tersebut.

Peringatan itu menjadi salah satu indikasi meningkatnya persiapan AS dan Israel untuk kembali melancarkan operasi militer besar terhadap Iran. Operasi tersebut dilaporkan bertujuan melemahkan Teheran dan mendorongnya kembali ke meja perundingan.

“Militer AS sedang memindahkan sistem pertahanan rudal Patriot dari Texas ke Timur Tengah,” sebut laporan WSJ yang dikutip Anadolu, Rabu, 28 Oktober 2026.

Washington juga telah memindahkan personel dari pangkalan yang dinilai rentan terhadap serangan, mengisi kembali persediaan amunisi, serta menyiapkan pesawat pengebom dan jet tempur untuk kemungkinan serangan.

Selain itu, satu kelompok tempur kapal induk tambahan dan satu unit ekspedisi Marinir diperkirakan akan bergabung dengan sekitar 20 kapal perang AS yang telah berada di Timur Tengah pada bulan depan.

Laporan tersebut menyebut Presiden Donald Trump belum mengambil keputusan akhir, tetapi cenderung mempertimbangkan serangan besar setelah pemilu. Serangan itu berpotensi menargetkan infrastruktur Iran dan fasilitas nuklirnya.

Gedung Putih menolak mengomentari laporan tersebut.

"Presiden Trump mempertahankan semua opsi untuk memastikan Iran tidak akan pernah memiliki senjata nuklir," demikian pernyataan Gedung Putih.

Trump Singgung Konflik Iran

Dalam kampanye di Lubbock, Texas, pada Selasa, Trump turut menyinggung situasi Iran dan mengisyaratkan konflik dapat segera berakhir. "Kita akan melihat Iran dalam beberapa minggu ke depan, jika Anda tidak keberatan," kata Trump.

Ia juga mengklaim kemampuan pengayaan nuklir Iran telah dihancurkan melalui Operasi Midnight Hammer dan Operasi Epic Fury.

"Kita telah menghancurkan kemampuan pengayaan nuklir Iran melalui Operasi Midnight Hammer dan Operasi Epic Fury serta mengalahkan mereka secara militer, finansial, dan dalam berbagai aspek lainnya. Semuanya akan segera berakhir," ujarnya.

Trump menambahkan bahwa konflik tersebut dapat berakhir kapan pun ia menginginkannya.

Pernyataan itu muncul setelah Trump sebelumnya mengatakan tidak akan menyerang Iran sebelum pemilihan paruh waktu AS.

AS dan Israel melancarkan perang terhadap Iran pada 28 Februari. Teheran kemudian membalas dengan serangan rudal dan drone ke sejumlah wilayah di kawasan serta secara efektif menutup Selat Hormuz, jalur penting bagi pasokan energi global.

Pada Juni, kedua pihak menandatangani nota kesepahaman yang dimaksudkan untuk membuka jalan menuju kesepakatan damai final. Namun, upaya tersebut gagal di tengah perbedaan pendapat, termasuk mengenai pelayaran melalui Selat Hormuz.

Baca juga: Mojtaba Khamenei Tegaskan Syarat Iran Harus Dipenuhi untuk Akhiri Perang

(Willy Haryono)