150 Jiwa Pengungsi Banjir di Aceh Barat Kembali ke Rumah Masing-Masing

Banjir merendam rumah warga di Desa Pasi Aceh Tunong, Kecamatan Meureubo, Kabupaten Aceh Barat, ?Minggu (1/11/2026) malam. Hingga Selasa (3/11/2026) sebagian besar lokasi banjir di wilayah itu sudah surut. ANTARA/HO-Warga

150 Jiwa Pengungsi Banjir di Aceh Barat Kembali ke Rumah Masing-Masing

Lukman Diah Sari • 3 November 2026 12:09

Meulaboh: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Barat menyatakan sebanyak 105 jiwa atau 35 Kepala Keluarga (KK) di Kecamatan Woyla Barat dan Sungai Mas yang sebelumnya mengungsi, telah kembali ke rumah masing-masing. Mereka sebelumnya terdampak bencana banjir.

“Alhamdulillah, saat ini tidak ada lagi masyarakat yang mengungsi akibat banjir di Aceh Barat,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD Kabupaten Aceh Barat Dharmawan, di Meulaboh, Aceh Barat, Provinsi Aceh, Selasa, 3 November 2026, melansir Antara.

Sebelumnya, kata dia, sebanyak 20 KK atau 60 jiwa yang mengungsi di Bale Dayah san Masjid Napai, Kecamatan Woyla Barat, Kabupaten Aceh Barat, terpaksa mengungsi akibat banjir. Kondisi serupa juga terjadi di Desa Tungkop, Kecamatan Sungai Mas, yang mengakibatkan 15 KK atau 45 jiwa  di wilayah pedalaman Aceh Barat tersebut mengungsi akibat banjir.

"Meski seluruh pengungsi telah kembali ke rumah masing-masing, pihaknya telah menggerakkan Tim Reaksi Cepat (TRC) dan Pusdalops-PB untuk terus memantau perkembangan di lapangan," jelas dia.

Banjir merendam rumah warga di Desa Pasi Aceh Tunong, Kecamatan Meureubo, Kabupaten Aceh Barat, ?Minggu (1/11/2026) malam. Hingga Selasa (3/11/2026) sebagian besar lokasi banjir di wilayah itu sudah surut. ANTARA/HO-Warga

BPBD Aceh Barat juga menyiagakan personel di posko utama (Mako BPBD Aceh Barat) guna mengantisipasi langkah lanjutan dan melakukan kaji cepat (rapid assessment) terhadap jumlah wilayah dan jiwa yang terdampak.

Dharmawan mengatakan penanganan darurat ini melibatkan sinergi lintas unsur yang terdiri dari Pemkab Aceh Barat, BPBD Aceh Barat, TNI, Polri, RAPI Aceh Barat, UKM PK UTU, aparatur gampong/kecamatan, serta partisipasi aktif masyarakat setempat.

(Lukman Diah Sari)