Gunung Karangetang Erupsi, Warga Diimbau Jauhi Radius 1,5 Km dari Puncak Kawah

Gunung Karangetang di Pulau Siau memuntahkan lava pijar dan meluncur dari puncak kawah menuju sejumlah kali. ANTARA/HO-Basarnas Sulut

Gunung Karangetang Erupsi, Warga Diimbau Jauhi Radius 1,5 Km dari Puncak Kawah

Lukman Diah Sari • 30 October 2026 22:19

Manado: Gunug Karangetang di Pulau Siau, Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara, erupsi pada Jumat, 29 Oktober 2026. Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) mencatat terjadi satu kali letusan eksplosif kecil dari kawah utara.

"Telah terjadi erupsi Gunung Karangetang pada tanggal 29 Oktober 2026 pukul 19.27 Wita namun tinggi kolom abu tidak teramati," kata personel Pos PGA Karangetang, Vieko Kristianse Rompas, dalam laporan yang dibagikan dalam grup percakapan 'Info Gunung Api Sitaro' di Manado, Jumat, 30 Oktober 2026, melansir Antara.

Erupsi tersebut terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 50 mm dan durasi sementara ini lebih kurang 1 menit 20 detik. Teramati erupsi eksplosif kecil dengan lontaran material pijar dengan tinggi lebih 200-300 meter, dengan jarak lontaran 400-700 meter di sekitar puncak kawah utara.

Kemudian, diikuti dengan erupsi efusif berupa guguran lava pijar ke arah selatan lebih kurang 700 meter lalu berbelok ke arah barat daya dan barat lebih 300-400 meter. Luncuran lava pijar ke arah barat daya dan barat menuju ke Kali Hiung, Kali Sumpihi, Kali Kinali, Kali Pangi, dan Kali Kiawang) lebih kurang 700-1.000 meter. Selanjutnya, lava yang mengalir ke arah barat laut mengalir ke kali Malrbuhe, Kali Batukole dan Kali Batuare sejauh 500-700 meter.

"Suara gemuruh dan dentuman dari kawah utara terdengar lemah hingga kuat," ujar dia.

Pos Pengamatan Gunung Api Karangetang mencatat telah terjadi tiga kali letusan dari kawah utara setinggi 1.000-1.100 meter dengan warna asap kelabu. ANTARA/HO-Pos PGA Karangetang

Selama periode pengamatan, PGA mencatat aktivitas kegempaan yang cukup tinggi, meliputi 21 kali gempa guguran, 103 kali gempa embusan, dan puluhan gempa tremor. Saat ini, tingkat aktivitas Gunung Karangetang berada pada Level II (Waspada).

Menyikapi status tersebut, warga dan wisatawan direkomendasikan tidak mendekati atau beraktivitas di radius 1,5 kilometer dari kawah utara maupun kawah utama (selatan), dengan area perluasan sektoral sejauh 2,5 kilometer ke arah selatan dan barat daya.

Masyarakat yang bermukim di bantaran sungai yang berhulu di puncak Gunung Karangetang juga diminta meningkatkan kesiapsiagaan guna mengantisipasi potensi lahar hujan, banjir bandang, serta awan panas guguran dari material lava yang belum stabil.

(Lukman Diah Sari)