Prajogo Pangestu. Foto: Forbes.
Prajogo Pangestu Tergeser, Ini 10 Orang Terkaya RI November 2026
Ade Hapsari Lestarini • 5 November 2026 15:20
Jakarta: Daftar orang terkaya di Indonesia kembali mengalami perubahan pada awal November 2026. Pengusaha Robert Budi Hartono menempati posisi pertama, menggeser Prajogo Pangestu.
Melansir data Forbes Real-Time Billionaires yang diperbarui pada 4 November 2026, Robert Budi Hartono memiliki kekayaan sekitar USD11,8 miliar atau setara Rp213,8 triliun. Kekayaan tersebut terutama berasal dari kepemilikan saham di Bank Central Asia (BCA) dan bisnis Grup Djarum.
Sementara itu, Prajogo Pangestu berada di posisi kedua dengan kekayaan sekitar USD10,3 miliar. Ia dikenal sebagai pendiri Barito Group yang mengembangkan bisnis di sektor petrokimia, energi, dan pertambangan.
Posisi ketiga ditempati Low Tuck Kwong dengan kekayaan sekitar USD9,8 miliar. Pengusaha tersebut dikenal sebagai pendiri perusahaan pertambangan batu bara Bayan Resources.
Selain ketiga nama tersebut, daftar orang terkaya di Indonesia juga diisi pengusaha dari sektor perbankan, makanan dan minuman, manufaktur, hingga teknologi.

Robert Budi Hartono. Foto: dok Undip.
Berikut daftar 10 orang terkaya di Indonesia berdasarkan Forbes Real-Time Billionaires per awal November 2026:
- Robert Budi Hartono: USD11,8 miliar.
- Prajogo Pangestu: USD10,3 miliar.
- Low Tuck Kwong: USD9,8 miliar.
- Anthoni Salim: USD9 miliar.
- Tahir dan Keluarga: USD8,9 miliar.
- Sri Prakash Lohia: USD8,4 miliar.
- Otto Toto Sugiri: USD5,7 miliar.
- Sukanto Tanoto: USD4,9 miliar.
- Theodore Rachmat: USD4,3 miliar.
- Lim Hariyanto Wijaya Sarwono: USD4,1 miliar.
Deretan pengusaha dalam daftar tersebut memiliki sumber kekayaan dari berbagai sektor usaha. Robert Budi Hartono membangun kekayaannya melalui Grup Djarum dan investasi di BCA. Prajogo Pangestu mengembangkan bisnis petrokimia dan energi melalui Barito Group, sedangkan Low Tuck Kwong memperoleh sebagian besar kekayaannya dari industri batu bara.
Adapun Tahir mengembangkan bisnis melalui Mayapada Group yang bergerak di bidang perbankan, kesehatan, dan properti. Anthoni Salim dikenal melalui Salim Group dengan portofolio usaha di sektor pangan, ritel, dan telekomunikasi.
Sementara itu, Sri Prakash Lohia merupakan pendiri Indorama Corporation yang bergerak di bidang petrokimia dan manufaktur. Otto Toto Sugiri dikenal sebagai salah satu pendiri DCI Indonesia, perusahaan yang bergerak di bidang pusat data.
Selanjutnya, Sukanto Tanoto membangun Royal Golden Eagle (RGE) yang memiliki bisnis di sektor pulp dan kertas, kelapa sawit, serta energi. Theodore Rachmat merupakan pendiri Triputra Group yang bergerak di bidang agribisnis, manufaktur, dan pertambangan.
Sedangkan Lim Hariyanto Wijaya Sarwono memiliki bisnis di sektor perkebunan kelapa sawit serta pertambangan dan pengolahan mineral melalui kelompok usaha keluarganya.
Daftar Forbes Real-Time Billionaires diperbarui secara berkala. Nilai kekayaan dan posisi para miliarder dapat berubah mengikuti pergerakan harga saham serta valuasi aset yang dimiliki. (Natasya Dwi Putri)