Direktur Utama (Presiden Direktur) sekaligus pendiri dan pemegang saham di Bayan Resources Low Tuck Kwong. Foto: dok Bayan.
Kekayaan Low Tuck Kwong Ambles 33,9% Usai Jual Saham Bayan Resources
Husen Miftahudin • 13 October 2026 13:56
Jakarta: Kekayaan bersih miliarder Low Tuck Kwong, Direktur Utama (Presiden Direktur) sekaligus pendiri dan pemegang saham di PT Bayan Resources Tbk (BYAN), turun USD5,78 miliar atau 33,9 persen setelah ia dan putrinya menjual sebagian saham perusahaan pertambangan batu bara Bayan Resources.
Dilansir dari situs VnExpress, penurunan ini menjadi kerugian terbesar dalam sehari bagi Low dan paling tajam di antara miliarder global dalam Bloomberg Billionaires Index pada Senin, 12 Oktober 2026.
Kekayaan Low kini diperkirakan mencapai USD11,3 miliar, turun lebih dari setengah sejak awal tahun. Nilai tersebut mencakup sisa saham Bayan Resources milik Low dan putrinya, serta aset bisnis lain dan uang tunai.
Dilansir dari situs VnExpress, penurunan ini menjadi kerugian terbesar dalam sehari bagi Low dan paling tajam di antara miliarder global dalam Bloomberg Billionaires Index pada Senin, 12 Oktober 2026.
Kekayaan Low kini diperkirakan mencapai USD11,3 miliar, turun lebih dari setengah sejak awal tahun. Nilai tersebut mencakup sisa saham Bayan Resources milik Low dan putrinya, serta aset bisnis lain dan uang tunai.
Jual 30,25% saham Bayan Resources
Melalui keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia, Bayan menyatakan Low dan putrinya telah menjual 30,25 persen saham perusahaan kepada Jhonlin Baratama pada 7 Oktober.
Setelah transaksi, kepemilikan saham Low di Bayan turun dari 40,15 persen menjadi 9,95 persen, sedangkan saham putrinya, Elaine, berkurang dari 22,1 persen menjadi 22,05 persen.
Kesepakatan yang awalnya mencakup penjualan 30 persen saham pada September itu diubah menjadi 30,25 persen pada awal Oktober. Jhonlin Baratama merupakan perusahaan investasi milik Andi Syamsuddin Arsyad, yang dikenal sebagai Haji Isam.

(Gedung Bayan Group. Foto: dok Bayan)
Kinerja bisnis Bayan Resources
Bayan merupakan salah satu produsen batu bara termal terbesar dan paling menguntungkan di Indonesia. Menurut The Business Times, perusahaan mencatat laba bersih USD943 juta dari pendapatan USD3,43 miliar dan memproduksi sekitar 68 juta ton batu bara tahun lalu.
Low mendirikan Bayan pada 2004. Ia lahir di Singapura sebelum pindah ke Indonesia dan menjadi warga negara Indonesia.
Bulan lalu, Bayan dan tiga anak perusahaannya menyatakan force majeure atas pasokan batu bara karena revisi kuota tambang belum disetujui pemerintah Indonesia, menurut Reuters. Setelah revisi disetujui, Bayan mencabut pernyataan tersebut.
Penjualan saham mengurangi kepemilikan Low dan putrinya di Bayan. Kekayaan Low dalam Bloomberg Billionaires Index diperkirakan turun menjadi USD11,3 miliar. (Hasri Khairunnisa)