Dari Tas Siaga hingga Jalur Evakuasi, Ini Saran BMKG Saat Terjadi Gempa di Sulut

Peta sebaran gempa bumi tektonik di wilayah Sulawesi Utara dan sekitarnya sepanjang Januari 2026. ANTARA/HO-BMKG

Dari Tas Siaga hingga Jalur Evakuasi, Ini Saran BMKG Saat Terjadi Gempa di Sulut

Silvana Febiari • 23 February 2026 06:41

Manado: Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Manado, Sulawesi Utara (Sulut) membagikan saran yang bisa dilakukan warga saat terjadi gempa bumi. Imbauan tersebut juga mencakup langkah-langkah yang perlu diperhatikan setelah terjadinya gempa.

"Saran yang dapat dilakukan meliputi memastikan bangunan lebih tahan gempa, menyiapkan tas siaga bencana, mengetahui jalur evakuasi terutama bagi warga pesisir," kata Koordinator Bidang Data dan Informasi Stasiun Geofisika Manado, Muhammad Zulkifli, dilansir dari Antara, Senin, 23 Februari 2026. 

Tak kalah penting, masyarakat diminta untuk terus memantau informasi resmi dari BMKG. Saat gempa terjadi, warga diimbau tetap tenang dengan menerapkan prinsip 'Drop, Cover, and Hold On' serta menjauhi bangunan yang berisiko.
 


Selain itu, warga diminta segera melakukan evakuasi ke tempat yang lebih tinggi apabila gempa terasa kuat dan berlangsung lama di wilayah pesisir, tanpa perlu menunggu peringatan resmi. Setelah gempa mereda, masyarakat tetap harus waspada terhadap kemungkinan gempa susulan dan memastikan kondisi lingkungan benar-benar aman sebelum kembali ke rumah atau bangunan.

Stasiun Geofisika Manado mencatat sebanyak 448 kejadian gempa bumi tektonik yang mengguncang wilayah Sulawesi Utara dan sekitarnya sepanjang Januari 2026. Dari jumlah tersebut, sebagian besar atau 64,3 persen (271 kejadian) bermagnitudo antara M3 hingga M5, sementara 33,5 persen berkekuatan di bawah M3 dan 2,2 persen lainnya bermagnitudo di atas M5.

"Terdapat sebanyak 11 kejadian gempa yang dirasakan masyarakat pada periode ini," ujarnya.


Ilustrasi - Seismograph gempa bumi. ANTARA/Anadolu/pri. (ANTARA/Anadolu/pri)


Berdasarkan kedalamannya, sebanyak 58,3 persen gempa termasuk gempa dangkal dengan kedalaman 0–60 kilometer. Sementara 40,6 persen tergolong gempa menengah (kedalaman 61–300 kilometer), dan sisanya 1,1 persen merupakan gempa dalam dengan kedalaman lebih dari 300 kilometer.

"Dari peta seismisitas atau peta episenter, sebagian besar kejadian gempa bumi tersebar di area Teluk Tomini, Laut Maluku dan Halmahera Selatan," ucapnya.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Silvana Febiari)