Ketua PWNU DKI Jakarta, KH Samsul Ma'arif. Foto: Breaking News Metro TV.
Hilal Tak Terlihat di Jakarta, Puasa Berpotensi Jatuh 19 Februari
Fachri Audhia Hafiez • 17 February 2026 18:40
Jakarta: Tim Lembaga Falakiyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DKI Jakarta melaporkan tidak melihat hilal dalam pemantauan yang dilakukan. Hasil pengamatan ini akan segera dilaporkan kepada Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) sebelum nantinya pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) menetapkan keputusan resmi dalam Sidang Isbat.
"Dengan pengamatan yang seksama, akhirnya kami tim dari lembaga Falakiyah tidak melihat hilal. Sekali lagi, kami tim dari lembaga Falakiyah tidak melihat hilal. Oleh karena itu, nanti hasil ini akan kami sampaikan kepada Pengurus Besar Nahdlatul Ulama dan PBNU akan mengikhbar. Walaupun ketetapannya kita menunggu dari Kementerian Agama, Insyaallah malam ini akan dilaksanakan sidang isbat," ujar Ketua PWNU DKI Jakarta, KH Samsul Ma'arif, dalam tayangan Breaking News Metro TV, Selasa, 17 Februari 2026.
Samsul menegaskan bahwa peran lembaga keagamaan dan organisasi kemasyarakatan hanya sebatas memberikan laporan atau ikhbar berdasarkan hasil pantauan lapangan. Sementara, wewenang untuk menetapkan (isbat) awal bulan suci Ramadan tetap berada sepenuhnya di tangan pemerintah melalui Menteri Agama Nasaruddin Umar.
"Jadi lembaga keagamaan, organisasi kemasyarakatan dan keagamaan hanya sebatas memberikan ikhbar, adapun isbat adalah bagian daripada pemerintah. Oleh karena itu, kami menghimbau kepada seluruh masyarakat, terutama di Jakarta, agar menentukan satu Ramadan menunggu pengumuman Menteri Agama yang insyaallah sebentar lagi akan melaksanakan sidang isbat," tambahnya.

Ketua PWNU DKI Jakarta, KH Samsul Ma'arif. Foto: Breaking News Metro TV.
Jika hasil seluruh titik pantau di Indonesia menyatakan hilal tidak terlihat, maka hitungan bulan Syakban akan digenapkan (istikmal) menjadi 30 hari. Hal ini mengacu pada tuntunan hadis untuk menyempurnakan bilangan bulan jika bulan sabit terhalang atau tidak tampak.
"Hitungan ini menjadi 30 hari dan puasa akan jatuh pada hari Kamis (19 Februari) jika tidak bisa terlihat," kata Samsul.