Pendiri sekaligus penasihat (advisor) AirAsia Tony Fernandes. Foto: dok MI.
Dari Nyaris Bangkrut ke Raksasa LCC, Ini 5 Prinsip Bisnis Tony Fernandes
Ade Hapsari Lestarini • 16 February 2026 17:48
Manama, Bahrain: Pendiri sekaligus penasihat (advisor) AirAsia Tony Fernandes membagikan lima prinsip alias golden rules yang selama ini ia pegang selama membangun bisnis.
Jangan membangun bisnis karena ingin kaya
Dalam wawancara khusus dengan Antara di Manama, Bahrain, Rabu, 11 Februari 2026, Tony berpesan kepada para pengusaha muda. Prinsip pertama dan yang paling penting adalah mempunyai pola pikir yang tepat lebih dulu. Menurut dia, membangun usaha bukan semata-mata untuk mengejar kekayaan.
"Jangan membangun bisnis karena ingin jadi kaya. Bangunlah karena Anda punya passion dan ingin membuat perubahan," ujar dia.
Ia meyakini jika motivasi awal dalam membangun bisnis sudah benar, maka keuntungan finansial (profit) akan datang dengan sendirinya sebagai konsekuensi dari kerja keras dan dedikasi.
Dikelilingi orang-orang hebat
Prinsip kedua adalah pentingnya dikelilingi orang-orang hebat yang membangun. Tony mengingatkan, bisnis bukan tentang satu figur sentral, melainkan soal peranan tim yang solid.
"(Berwirausaha) bukan tentang Anda, tapi tentang tim Anda. Anda mungkin punya visi, tapi Anda tidak bisa melakukan semuanya sendiri," kata pria yang kini menjabat sebagai CEO Capital A tersebut.
Ia mencontohkan pengalamannya saat mengambil alih AirAsia pada 2001. Maskapai itu dibelinya seharga satu ringgit Malaysia dalam kondisi nyaris bangkrut dengan beban utang sekitar USD11 juta. Berkat kerja kolektif timnya, dalam dua tahun utang tersebut berhasil dilunasi dan perusahaan kembali mencetak laba hingga menjadi salah satu maskapai bertarif rendah (low cost carrier) terbesar di dunia.
Memilih bisnis yang unik
Kemudian prinsip ketiga, lanjutnya, adalah memilih bisnis yang unik sekaligus menyesuaikan dengan ceruk pasar yang tersedia.
Saat memulai AirAsia, industri penerbangan didominasi model layanan mahal. Melihat adanya peluang itu, Tony masuk dengan konsep LCC yang saat itu belum lazim di Asia Tenggara.
Mental yang tangguh
Prinsip keempat adalah ketangguhan mental. Tony menegaskan, dunia usaha bukan perjalanan yang selalu mulus, sebab akan tiba masa-masa sulit yang menguji daya tahan seorang pengusaha.
"Bisnis itu keras. Jangan merasa kasihan pada diri sendiri. Selama Anda masih hidup, Anda bisa melewatinya," kata dia.
Menikmati proses
Prinsip kelima yang tak kalah penting adalah menikmati prosesnya. Bagi Tony, menjadi seorang entrepreneur merupakan pilihan hidup yang memberi kesempatan menciptakan lapangan kerja dan mengubah kehidupan banyak orang.
"Menciptakan lapangan pekerjaan adalah hal terbaik yang pernah saya lakukan," tutur dia.
Melalui lima golden rules tersebut, Tony menilai, kewirausahaan bukan sekadar soal valuasi atau ekspansi bisnis, melainkan tentang dampak yang diciptakan bagi banyak orang.
"Yang terakhir have fun! Bangun bisnis yang memberikan dampak, dan jangan hanya berpikir untuk menjadi miliuner. Jika kamu memang cerdik (berwirausaha), hal itu (profit) akan datang dengan sendirinya," tutup dia.
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun Google News Metrotvnews.com