Presiden Prabowo Subianto. Foto: dok Metro TV.
Dorong Investasi, Presiden Prabowo Yakin Pertumbuhan Ekonomi Terjaga
Eko Nordiansyah • 16 September 2026 17:07
Jakarta: Presiden Prabowo Subianto mengatakan, Indonesia mengejar realisasi investasi demi menjaga ekonomi tetap tumbuh di tengah gejolak global. Saat ini pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap di atas lima persen, salah satunya didukung oleh realisasi investasi yang cukup baik.
"Investasi sampai sekarang menepati target APBN. Pada 2025, Rp1.931 triliun investasi. Ini belum selesai, ini angka Juni 2026. Ini sudah Rp1.010 triliun," kata Presiden Prabowo saat berdialog dengan sejumlah jurnalis senior, pimpinan media nasional, dan pakar di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, beberapa waktu lalu.
Ia menjelaskan, realisasi investasi ini berdampak langsung terhadap pembukaan lapangan pekerjaan. Untuk itu, Presiden meyakini, upaya mendorong investasi masuk ke Indonesia akan membawa dampak positif bagi perekonomian nasional.
"Kita sudah buka tahun ini 1,4 juta lapangan kerja. Tahun 2025 sebanyak 2,7 juta lapangan kerja baru. Dan ini investasi, bukan dari program pemerintah, bukan MBG, bukan Koperasi Merah Putih," tegas dia.
.jpeg)
(Ilustrasi. Foto: Dok Metrotvnews.com)
Investasi asing masih lirik Indonesia
Presiden Prabowo mengungkapkan, dalam beberapa waktu ke depan akan ada investasi skala besar yang masuk ke Indonesia. Namun, Presiden enggan memberikan bocoran karena masih menunggu realisasi investasi tersebut."Tapi yang saya laporkan, yang sudah kita capai. Jadi saya sangat optimistis," ujar Presiden.
Prabowo mengaku sudah bertemu pemain besar investasi di dunia. Mereka, kata Prabowo, datang ke Indonesia karena memahami fundamental ekonomi nasional kuat dan aman.
Menurut dia, Indonesia masih menjadi magnet bagi investor-investor di luar negeri. Bahkan Indonesia diramal akan menjadi salah satu ekonomi terbesar di dunia dalam beberapa tahun ke depan.
"Semua orang, semua orang sudah yakin Indonesia akan menjadi ekonomi ke-6, ke-5, ke-4 dunia pada 2050. Which is 25 tahun ke depan. Bayangkan. Ini Goldman Sachs, Goldman Sachs (memprediksi) Indonesia ekonomi ke-4," kata Prabowo.