NWS memperingatkan gelombang panas ekstrem akan meluas di Amerika Serikat hingga akhir pekan 4 Juli 2026. (Anadolu Agency)
Gelombang Panas AS Makin Intens, NWS Prediksi Suhu Dekati 46 Derajat Celcius
Willy Haryono • 1 July 2026 15:17
Washington: Gelombang panas berkepanjangan diperkirakan semakin intens dan meluas ke wilayah timur Amerika Serikat (AS) hingga akhir pekan libur Hari Kemerdekaan pada 4 Juli mendatang.
Dinas Cuaca Nasional AS (NWS) memperkirakan suhu di sejumlah wilayah akan mencapai 32-40 derajat Celsius, dengan indeks panas akibat kelembapan tinggi dapat mendekati 46 derajat Celsius.
NWS memperkirakan puncak gelombang panas terjadi di kawasan Midwest dan Lembah Mississippi pada Selasa lalu hingga Kamis besok, sebelum bergeser ke Lembah Ohio dan Pantai Timur menjelang akhir pekan.
Selain suhu siang yang tinggi, NWS memperingatkan suhu malam diperkirakan hanya turun hingga sekitar 20 derajat Celsius sehingga tubuh tidak memiliki cukup waktu untuk pulih dari paparan panas.
"Gelombang panas yang memecahkan rekor dari kawasan Midwest hingga Pantai Timur akan sangat berbahaya. Kondisi ini bukan hanya disebabkan suhu siang yang sangat tinggi, tetapi juga karena berlangsung selama beberapa hari dan suhu pagi yang tetap hangat sehingga tidak memberikan kesempatan tubuh untuk pulih pada malam hari," kata NWS, seperti dikutip Euronews, Rabu, 1 Juli 2026.
NWS menambahkan bahwa gelombang panas berkepanjangan merupakan salah satu bencana cuaca paling mematikan di Amerika Serikat karena dampaknya sering kali terjadi secara bertahap setelah paparan suhu ekstrem selama beberapa hari.
Gelombang panas di AS terjadi setelah sebagian besar wilayah Eropa mengalami cuaca ekstrem pada akhir Juni. Suhu di sejumlah wilayah Prancis, Spanyol, dan Jerman dilaporkan melampaui 40 derajat Celsius, sehingga meningkatkan tekanan terhadap layanan kesehatan akibat lonjakan kasus terkait panas.
Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan lebih dari 1.300 kematian berlebih yang tercatat di Eropa pada 21-28 Juni berkaitan dengan suhu tinggi.
Tedros menambahkan WHO juga bekerja sama dengan FIFA untuk membantu melindungi pemain, ofisial, dan suporter selama Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat melalui penyusunan rencana mitigasi, sistem peringatan dini, penyediaan air minum yang aman, serta strategi pendinginan. (Keysa Qanita)
Baca juga: Gelombang Panas Ekstrem Diperkirakan Landa Wilayah Tengah dan Timur AS