AS Luncurkan Operasi Economic Fury Guna Hambat Pendapatan Iran

Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth berbicara selama konferensi pers di Pentagon, Washington, DC, AS, 2 Maret 2026. (EFE-EPA/WILL OLIVER)

AS Luncurkan Operasi Economic Fury Guna Hambat Pendapatan Iran

Riza Aslam Khaeron • 17 April 2026 11:32

Washington D.C: Pemerintah Amerika Serikat (AS) secara resmi meluncurkan "Operation Economic Fury", sebuah inisiatif strategis untuk mengeskalasi tekanan ekonomi terhadap Iran di tengah perang yang telah berlangsung sejak 28 Februari 2026.

Pengumuman ini beriringan dengan langkah blokade maritim yang telah dilancarkan sejak Senin lalu guna melumpuhkan jalur perdagangan laut Teheran.

Mengutip Defense Scoop, Kamis, 16 April 2026, Sekretaris Perang (Menhan) AS Pete Hegseth mengklaim dalam konferensi pers di Pentagon bahwa sedikitnya 13 kapal telah memutar balik sejak operasi militer tersebut dimulai.

"Anda, Iran, dapat memilih masa depan yang sejahtera, jembatan emas, dan kami berharap Anda melakukannya untuk rakyat Iran. Sementara itu, dan selama diperlukan, kami akan mempertahankan blokade ini,” ucap Hegseth.

“Tetapi jika Iran memilih dengan buruk, maka mereka akan mendapatkan blokade dan bom yang dijatuhkan di infrastruktur, listrik, dan energi," ancam Hegseth.
 

Departemen Keuangan AS Perketat Sanksi Terhadap Iran


Kapal militer AS berlayar di dekat Selat Hormuz. (Anadolu Agency)

Hegseth menjelaskan lebih lanjut bahwa Menteri Keuangan Scott Bessent beserta jajaran Departemen Keuangan telah menginisiasi Operation Economic Fury untuk mengintegrasikan kekuatan ekonomi di seluruh lini pemerintahan dalam menekan Iran.

Pada Rabu kemarin, Kantor Pengawasan Aset Asing (Office of Foreign Assets Control atau OFAC) Departemen Keuangan juga membeberkan bahwa mereka telah memperketat pengawasan terhadap infrastruktur transportasi minyak Iran yang terindikasi dikelola secara ilegal.

OFAC menjatuhkan sanksi kepada lebih dari dua lusin entitas—mencakup individu, korporasi, hingga armada kapal—yang masuk dalam jaringan maestro pengiriman minyak Iran, Mohammad Hossein Shamkhani. Mohammad merupakan putra dari tokoh keamanan senior Iran, Ali Shamkhani, yang tewas dalam serangan AS pada awal pecahnya perang.

"Departemen Keuangan bergerak agresif dengan Economic Fury dengan menargetkan elit rezim seperti keluarga Shamkhani yang berusaha mengambil untung dengan mengorbankan rakyat Iran," ujar Bessent melalui pernyataan resminya.

"Di bawah kepemimpinan Presiden Trump, Kementerian Keuangan akan terus memotong jaringan penyelundupan ilegal dan proksi teror Iran," tambahnya.
 
Baca Juga:
Iran Ancam Tutup Laut Merah jika Blokade AS di Selat Hormuz Berlanjut
 

AS Bentuk Unit Baru dan Mengancam Infrastruktur Energi Iran

Di sisi lain, awal bulan ini Wakil Menteri Pertahanan AS Steve Feinberg telah meresmikan organisasi baru di bawah Pentagon. Unit ini bertugas menyelaraskan instrumen kekuatan ekonomi ke dalam perencanaan strategis dan operasi militer bersama AS.

"Kami siap siaga pada infrastruktur penggunaan ganda kritis Anda (Iran), pada pembangkit listrik Anda yang tersisa, dan pada industri energi Anda. Kami lebih memilih untuk tidak melakukannya, tetapi kami siap untuk bertindak atas perintah presiden kami," kata Hegseth, berbicara langsung kepada Iran dari podium.

Ketua Kepala Staf Gabungan, Jenderal Dan Caine, merinci bahwa operasi ini melibatkan lebih dari 10.000 personel gabungan dari unsur pelaut, marinir, dan penerbang, serta didukung oleh belasan kapal perang dan puluhan pesawat tempur.

Caine menambahkan bahwa pasukan gabungan akan memburu setiap kapal berbendera Iran maupun kapal pihak ketiga yang memberikan dukungan material kepada Iran.

Target utama termasuk kapal-kapal "armada gelap" (dark fleet) pengangkut minyak yang selama ini berupaya menghindari regulasi internasional, sanksi, maupun kewajiban asuransi.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Arga Sumantri)