Hari Anak Nasional 2026, Kementerian PPPA Luncurkan Kampanye BERLIAN

Peluncuran Kampanye BERLIAN menyambut Hari Anak Nasional 2026. Foto: Dok. Kementerian PPPA.

Hari Anak Nasional 2026, Kementerian PPPA Luncurkan Kampanye BERLIAN

Anggi Tondi Martaon • 15 July 2026 16:18

Jakarta: Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) kembali menggelorakan Kampanye Bersama Lindungi Anak (BERLIAN). Kampanye tersebut diluncurkan dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 pada 2026.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno, mengatakan Kampanye BERLIAN bagian dari penguatan Gerakan Nasional Ruang Aman dan Nyaman Anak. Menurut dia, perubahan struktur keluarga, urbanisasi, hingga perkembangan teknologi digital membuat tantangan pengasuhan dan perlindungan anak semakin kompleks, sehingga diperlukan keterlibatan seluruh pihak untuk menghadirkan lingkungan yang aman dan nyaman bagi anak.

"Oarena itu, kita tidak bisa lagi hanya mengandalkan keluarga. Mari bersama melindungi anak di berbagai ruang, mulai dari keluarga, satuan pendidikan, ruang publik, hingga ruang digital. Semua ruang yang diakses anak harus kita jaga agar benar-benar menjadi ruang yang aman dan nyaman," ujar Pratikno dikutip dari kemenpppa.go.id, Rabu, 15 Juli 2026.

Melalui kampanye ini, Kementerian PPPA mengajak seluruh elemen bangsa menghadirkan ruang yang aman, ramah, nyaman, sehat, dan inklusif bagi anak. Hal itu sebagai tindak lanjut Gerakan Nasional Ruang Aman dan Nyaman untuk Anak (Gernas RANA) yang diinisiasi Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK).

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, mengatakan Kampanye BERLIAN merupakan ajakan kepada seluruh elemen bangsa untuk menjadikan Juli sebagai Bulan Anak Indonesia. Menurut dia, perlindungan anak membutuhkan kolaborasi seluruh pihak agar anak memperoleh hak bertumbuh, berkembang, terlindungi, dan berpartisipasi secara optimal. 

"Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri, tetapi harus berkolaborasi dengan keluarga, lembaga pendidikan, organisasi masyarakat, organisasi keagamaan, dunia usaha, media, Forum Anak, berbagai kementerian/lembaga, dan seluruh pemangku kepentingan," ujar Arifah.

Arifah menegaskan Kampanye BERLIAN menjadi momentum untuk memperkuat perlindungan anak di setiap ruang kehidupan. Mulai dari keluarga, satuan pendidikan, ruang publik, hingga ruang digital. 

Selain mendorong penguatan pola pengasuhan yang positif, kampanye ini mengedepankan edukasi publik, penguatan sistem respons terhadap kekerasan, serta peningkatan partisipasi anak dalam setiap kebijakan yang menyangkut kepentingan terbaik mereka.

Ilustrasi anak. Foto: Freepik.

"Kita juga ingin mendengar suara anak dan melibatkan mereka dalam setiap upaya perlindungan sehingga anak merasa diperhatikan, didengar, dan dihargai. Dengan kolaborasi seluruh pihak, kita dapat mewujudkan generasi Indonesia yang berkualitas menuju Indonesia Emas 2045," ujar Arifah.

Peluncuran Kampanye BERLIAN ditandai dengan permainan otok-otok sebagai simbol dimulainya gerakan kolaboratif dalam menghadirkan ruang yang aman, ramah, nyaman, sehat, dan inklusif bagi anak. 

Semangat tersebut diperkuat melalui penandatanganan komitmen bersama dan penulisan harapan pada Wall of Fame, yang mencerminkan dukungan dan partisipasi berbagai pihak dalam mewujudkan lingkungan yang melindungi setiap anak Indonesia.

(Anggi Tondi)