Penumpang tertahan di Pelabuhan Gresik. (Metrotvnews.com/Solikhul Huda)
Terjebak Cuaca Buruk, Perantau Gagal Temui Ibu yang Meninggal di Bawean
Solikhul Huda • 16 January 2026 11:09
Gresik: Cuaca buruk disertai gelombang tinggi membuat seluruh transportasi laut lintasan Bawean–Gresik dan Bawean–Paciran lumpuh total sejak sepekan terakhir. Ratusan calon penumpang tertahan di Gresik dan belum bisa kembali ke Pulau Bawean untuk menemui keluarga.
Para penumpang yang tertahan berasal dari berbagai kalangan, mulai pasien, pegawai negeri, hingga perantau. Mereka terpaksa bertahan di sejumlah penginapan di sekitar Pelabuhan Gresik sambil menunggu pelayaran kembali dibuka.
.jpeg)
Penumpang tertahan di Pelabuhan Gresik. (Metrotvnews.com/Solikhul Huda)
Salah satu penumpang, Sanwari, 50, warga Dusun Kuduk-Kuduk, Desa Patarselamat, Kecamatan Sangkapura, harus menerima kenyataan pahit. Perantau asal Kuala Lumpur, Malaysia, itu berniat pulang untuk menjenguk ibunya yang sakit. Namun, sang ibu, Atma binti Atli, lebih dulu meninggal dunia sebelum ia sempat tiba.
“Saya tiba di Indonesia Jumat, 9 Januari 2026. Rencana pulang naik KMP Gili Iyang, tapi tidak beroperasi, begitu juga kapal cepat. Rabu lalu saya mendapat kabar ibu meninggal dunia,” tutur Sanwari dengan mata berkaca-kaca di Penginapan Pulau Putri, Jalan Yos Sudarso, Gresik, Jumat, 14 Januari 2026.
Sanwari mengaku telah 25 tahun merantau di Negeri Jiran dan biasanya baru pulang dua hingga lima tahun sekali. “Sudah dua tahun tidak pulang. Ingin merawat ibu, tapi sekarang beliau sudah berpulang,” ujarnya pasrah.
“Sudah seminggu di sini. Biaya penginapan dan makan semakin menipis. Kami mohon ada kapal bantuan agar bisa pulang,” kata dia.
Harapan serupa disampaikan Maswadi, pegawai perikanan di bawah naungan Pemprov Jatim. Ia bersama 12 rekannya juga tertahan di penginapan yang sama.
“Stok uang semakin menipis. Kami berharap wakil rakyat dan Pemkab Gresik bisa mengupayakan kapal bantuan demi kelancaran aktivitas masyarakat dan pemerintahan,” ujar dia.
Berdasarkan informasi, sejak 9 Januari 2026 pelayaran Bawean–Paciran ditunda, sementara KMP Gili Iyang yang melayani lintasan tersebut belum beroperasi. Dari Pelabuhan Gresik, jadwal keberangkatan sejak 10 Januari 2026 juga dibatalkan karena gelombang mencapai 2 meter yang dinilai membahayakan keselamatan pelayaran.