Ilustrasi. Foto: dok Metrotvnews.com.
Pasar Wait and See, IHSG Ditutup ke Level 6.518
Ade Hapsari Lestarini • 28 August 2026 18:10
Jakarta: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat sore ditutup melemah tipis di tengah sikap wait and see pelaku pasar terhadap pidato Ketua The Fed Kevin Warsh dalam Simposium Jackson Hole.
IHSG turun 3,63 poin atau 0,06 persen ke posisi 6.518,12. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 0,75 poin atau 0,12 persen ke posisi 641,82.
Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus mengatakan pelaku pasar masih mencermati pidato Ketua The Fed untuk memperoleh petunjuk mengenai arah kebijakan suku bunga Amerika Serikat (AS).
"Bursa regional Asia menguat, sebagian besar pelaku pasar menantikan pidato Ketua The Fed di tengah kebuntuan diplomatik AS dengan Iran," ujar Nico dalam kajiannya dilansir Antara, Jumat, 28 Agustus 2026.
Pelaku pasar menunggu pidato Warsh dalam Simposium Jackson Hole pada Jumat, 28 Agustus 2026 waktu AS untuk melihat prospek kebijakan suku bunga The Fed.
Untuk pertemuan September 2026, pasar memperkirakan sekitar 65 persen kemungkinan The Fed mempertahankan suku bunga di level saat ini. Sementara probabilitas perubahan suku bunga pada akhir 2026 juga masih menjadi perhatian investor.
Di sisi lain, Presiden The Fed Kansas City Jeff Schmid mengatakan kebijakan moneter saat ini tidak menghambat perekonomian.
Sentimen eksternal juga dipengaruhi perkembangan hubungan AS dan Iran. Pelaku pasar mencermati kebuntuan diplomatik kedua negara setelah AS menolak menghidupkan kembali ketentuan dalam perjanjian Juni dan menyatakan tidak sedang melakukan negosiasi dengan Iran.
AS juga meningkatkan tekanan melalui pemberlakuan sanksi baru pada awal pekan ini. Langkah tersebut dikecam Iran sebagai tindakan yang bermusuhan dan tidak efektif.

Ilustrasi. Foto: dok MI.
Sentimen domestik
Dari dalam negeri, pasar mencermati perkembangan kepemimpinan Bank Indonesia (BI) setelah Komisi XI DPR RI menyelesaikan rangkaian uji kelayakan dan kepatutan calon pimpinan bank sentral.
Komisi XI menyetujui Destry Damayanti sebagai calon Gubernur BI periode 2026-2031. Keputusan tersebut menjadi salah satu sentimen yang diperhatikan pelaku pasar karena kepemimpinan BI berkaitan dengan arah kebijakan moneter dan stabilitas perekonomian.
Selain itu, aksi demonstrasi yang menuntut pengesahan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset berlangsung tertib dan terkendali sehingga kondisi pasar domestik relatif stabil.
IHSG dibuka menguat dan bertahan di zona positif hingga penutupan sesi pertama perdagangan. Namun, pada sesi kedua, IHSG berbalik ke zona merah hingga perdagangan berakhir.
Berdasarkan indeks sektoral IDX-IC, empat sektor menguat. Sektor keuangan memimpin penguatan dengan kenaikan 0,79 persen, diikuti sektor transportasi dan logistik sebesar 0,70 persen serta sektor barang konsumen nonprimer sebesar 0,39 persen.
Sementara itu, tujuh sektor melemah. Sektor industri mencatat penurunan terdalam sebesar 0,90 persen, diikuti sektor kesehatan sebesar 0,60 persen dan sektor energi sebesar 0,59 persen.
Saham yang mengalami penguatan harga terbesar antara lain LABA, SSTM, BIKE, BAPA, dan PYFA. Sedangkan saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni RGAS, TMPO, VTNY, EMMI, dan NAYZ.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.992.000 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan mencapai 34,41 miliar lembar saham senilai Rp15,13 triliun. Sebanyak 290 saham naik, 348 saham turun, dan 328 saham tidak bergerak.
Di kawasan Asia, indeks Nikkei menguat 0,38 persen ke 66.385,00, indeks Shanghai melemah 0,11 persen ke 3.952,18, indeks Hang Seng menguat 0,07 persen ke 25.548,79, indeks Kospi melemah 1,79 persen ke 6.788,88, dan indeks Straits Times menguat 0,28 persen ke 5.699,93.