Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo dalam peresmian pembangunan PSEL Kota Bekasi. Foto: Tangkapan layar YouTube Pemerintah Kota Bekasi.
PLN Siapkan Gardu Hubung untuk Listrik PSEL Bekasi
Husen Miftahudin • 26 August 2026 12:17
Jakarta: PT PLN (Persero) menyiapkan gardu hubung khusus untuk menyalurkan listrik yang dihasilkan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PSEL) Kota Bekasi. Listrik tersebut akan didedikasikan untuk memenuhi kebutuhan listrik di Kota Bekasi.
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan keputusan tersebut mempertimbangkan tingginya beban listrik di Kota Bekasi. Hal itu disampaikan dalam peresmian pembangunan PSEL Kota Bekasi yang mengusung tema "Pengembangan PSEL untuk Mewujudkan Indonesia Bersih dan Swasembada Energi".
Darmawan menjelaskan lokasi PSEL yang berada di kawasan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang berjarak sekitar 10 kilometer dari gardu induk PLN. Namun, PLN memilih menyiapkan gardu hubung yang lokasinya lebih dekat dengan PSEL agar listrik yang dihasilkan dapat disalurkan untuk kebutuhan Kota Bekasi.
"Secara teknis jarak Bantargebang ke gardu induk PLN 10 kilometer. Tetapi, Pak Wali Kota menyampaikan beban listrik di Bekasi tinggi. Maka, kita mendedikasikan listrik dari PSEL Bekasi ini untuk Kota Bekasi," ujar Darmawan, Rabu, 26 Agustus 2026.
Menurut Darmawan, PLN sebelumnya berencana menghubungkan listrik PSEL ke gardu induk untuk kemudian disalurkan ke berbagai wilayah. Namun, skema tersebut diubah dengan pembangunan gardu hubung yang berjarak sekitar lima kilometer dari lokasi PSEL.
"Semula mau kita sambung ke gardu induk, yang kemudian ke mana-mana. Kita bangun gardu hubung yang hanya lima kilometer dari sini," ungkap dia.
Kapasitas terpasang 36 MW
Darmawan mengatakan PSEL Kota Bekasi memiliki kapasitas terpasang 36 megawatt (MW), sedangkan daya yang akan digunakan sekitar 27 MW.
Listrik dari PSEL akan disalurkan menuju gardu hubung menggunakan jaringan listrik melalui tiang listrik. Gardu hubung tersebut disiapkan secara khusus untuk mendukung penyaluran listrik PSEL ke Kota Bekasi.
"Karena ini hanya 27 MW dengan terpasang 36 MW, maka ini menggunakan tiang listrik biasa ke gardu hubung itu, khusus, spesialis untuk Kota Bekasi," ujar dia.
Darmawan mengatakan skema tersebut memungkinkan listrik hasil pengolahan sampah Kota Bekasi kembali dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan listrik di wilayah tersebut.
Ia berharap, setelah PSEL memasuki tahap commissioning, pemerintah Kota Bekasi dapat menyampaikan kepada masyarakat asal listrik yang dihasilkan dari fasilitas tersebut.
"Jadi Pak Wali bisa menyampaikan, begitu PSEL nanti commissioning, listriknya ini dari sampah. Sampahnya Kota Bekasi masuk ke sini, kemudian produksi listrik kita kirim kembali ke Kota Bekasi," tutur Darmawan.
(Ilustrasi pengelolaan sampah. Foto: dok Metrotvnews.com)
Pembangunan PSEL Kota Bekasi diresmikan
Danantara Indonesia meresmikan pembangunan proyek PSEL atau Waste-to-Energy di Kota Bekasi. Proyek tersebut merupakan tindak lanjut dari Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025 mengenai penanganan sampah perkotaan melalui proyek PSEL.
CEO Danantara Investment Management (DIM) Pandu Sjahrir mengatakan pemerintah bersama Danantara bergerak untuk mempercepat penanganan persoalan sampah di Kota Bekasi.
"Seluruh kementerian/lembaga terkait bersama Danantara bergerak cepat dan profesional dalam mengatasi isu darurat sampah di Kota Bekasi," ujar Pandu.
Pandu menjelaskan enam konsorsium telah menyerahkan proposal dan mengikuti proses evaluasi Danantara pada 2-20 Januari 2026. Dari enam konsorsium tersebut, dua konsorsium dinyatakan lolos evaluasi dan melanjutkan proses negosiasi.
Tahapan berikutnya meliputi penandatanganan Joint Venture Agreement (JVA) pada 2 Maret 2026, Perjanjian Kerja Sama (PKS) pada 21 April 2026, penerbitan Proyek Strategis Nasional (PSN) pada 22 Mei 2026, dan penandatanganan Perjanjian Jual Beli Listrik (PJBL) pada 26 Agustus 2026.
Setelah rangkaian proses tersebut, Danantara meresmikan pembangunan PSEL Kota Bekasi. Pandu mengatakan proyek PSEL Kota Bekasi ditargetkan mampu mengelola lebih dari 500 ribu ton sampah per tahun.
"Proyek ini ditargetkan mampu mengelola lebih dari 500 ribu ton sampah per tahun atau sekitar 70 persen timbulan sampah terolah di Kota Bekasi," ungkap Pandu.