Presiden Meksiko Tegaskan AS Tak Terlibat Operasi Tewaskan ‘El Mencho’

Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum. (Anadolu Agency)

Presiden Meksiko Tegaskan AS Tak Terlibat Operasi Tewaskan ‘El Mencho’

Muhammad Reyhansyah • 24 February 2026 18:07

Mexico City: Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum menegaskan bahwa Amerika Serikat (AS) tidak terlibat langsung dalam operasi militer yang menewaskan pemimpin kartel narkoba Jalisco New Generation Cartel (CJNG).

Menurutnya, Washington hanya memberikan dukungan berupa informasi intelijen kepada pemerintah Meksiko.

Pemimpin kartel tersebut, Nemesio Oseguera Cervantes atau dikenal sebagai “El Mencho,” tewas pada Minggu kemarin dalam operasi pasukan Meksiko di kawasan pegunungan berhutan Tapalpa, negara bagian Jalisco di barat Meksiko.

Sheinbaum menjelaskan bahwa operasi untuk melumpuhkan Oseguera telah direncanakan selama berbulan-bulan oleh aparat keamanan dan intelijen Meksiko, sementara Amerika Serikat hanya menyumbangkan informasi tambahan.

“Seluruh operasi dilakukan oleh pasukan federal. Tidak ada partisipasi pasukan Amerika Serikat dalam operasi tersebut. Yang ada adalah pertukaran informasi secara luas,” katanya saat menjawab pertanyaan mengenai peran AS.

Pemerintahnya juga menyatakan sejumlah pemerintah dan lembaga, termasuk Komando Utara AS serta INTERPOL, memang membantu dari sisi intelijen, namun tidak ada kekuatan asing yang terlibat dalam perencanaan maupun pelaksanaan operasi yang mengakhiri kepemimpinan El Mencho.

“Pemahaman dengan Amerika Serikat pada dasarnya didasarkan pada berbagi intelijen. Dalam kasus ini memang ada informasi yang diberikan pemerintah Amerika Serikat.

Namun seluruh operasi, sejak tahap perencanaan, menjadi tanggung jawab pasukan federal,” tambahnya, dikutip dari TRT World, Selasa, 24 Februari 2026.

Operasi Pemburuan ‘El Mencho’

Menteri Pertahanan Meksiko, Jenderal Ricardo Trevilla Trejo, mengatakan aparat berhasil memperoleh petunjuk setelah menghubungi pasangan romantis pemimpin kartel tersebut, yang mengonfirmasi bahwa Oseguera bersembunyi di Tapalpa pada 21 Februari.

Target awal operasi adalah menangkapnya hidup-hidup, namun ia mengalami luka fatal setelah pengawalnya melakukan perlawanan keras terhadap pasukan Meksiko.

“Seluruh informasi terkait pasangannya, para kolaborator, serta lingkaran dalamnya berasal dari intelijen militer kami. Ada banyak informasi tambahan yang sangat penting dari Amerika Serikat, tetapi setelah semuanya digabungkan dan dianalisis dengan tepat, kami mendapatkan lokasi persisnya,” kata Trevilla.

Pada Mei 2016, Departemen Luar Negeri AS memasukkan El Mencho ke daftar buronan paling dicari, sementara pengadilan di Distrik Barat Texas mencarinya atas tuduhan perdagangan narkoba dan pencucian uang. Pada Desember 2024, pemerintah AS bahkan menawarkan hadiah 15 juta dolar untuk informasi yang mengarah pada penangkapannya.

Kantor Kejaksaan Agung Meksiko pada Senin mengonfirmasi identitas Oseguera melalui analisis forensik dan DNA, kata Menteri Keamanan dan Perlindungan Warga, Omar García Harfuch. “Mereka sudah mengidentifikasi dan mengonfirmasinya,” ujarnya.

Setelah kabar kematiannya tersebar, terjadi gelombang kekerasan di sejumlah negara bagian. Otoritas keamanan melaporkan hingga 252 blokade jalan di 20 negara bagian, pembakaran bisnis, serta bentrokan dengan aparat.

“Dalam serangan pengecut setelah tindakan untuk menahan ‘El Mencho,’ tercatat 27 serangan terhadap aparat,” kata Harfuch.

Secara keseluruhan, aparat melaporkan 34 tersangka anggota kartel tewas dan 70 lainnya ditangkap. Di pihak keamanan, 25 anggota Garda Nasional serta satu tentara dilaporkan gugur.

Sheinbaum menegaskan situasi kini telah sepenuhnya terkendali dan tidak ada lagi kekerasan lanjutan di negara tersebut.

“Situasinya damai, tenang, dan yang paling penting kami terus bekerja. Jika hari ini muncul situasi apa pun, ada pusat kendali dan komando, dan semua pasukan federal terkoordinasi. Yang terpenting, kami juga terkoordinasi dengan seluruh negara bagian,” kata Sheinbaum.

Baca juga:  Kematian El Mencho Picu Babak Baru Perang Kartel Narkoba di Meksiko

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Willy Haryono)