Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Pratikno. Metrotvnews.com/Kautsar Widya
143,9 Juta Pergerakan Mudik Idulfitri, Pemerintah Waspadai Bencana Hidrometeorologi
Iqbal Musyaffa • 2 March 2026 14:37
Jakarta: Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno menegaskan keselamatan jiwa menjadi prioritas tertinggi dalam persiapan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Apalagi, 143,9 juta pergerakan masyarakat diprediksi terjadi selama periode libur.
Hal tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi Persiapan Hari Raya Idulfitri di Auditorium Mutiara, Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian, Jakarta Selatan, pada Senin, 2 Maret 2026. Pratikno mengatakan, pemerintah telah berupaya mendistribusikan mobilitas agar tidak terpusat pada satu waktu tertentu melalui pengaturan kebijakan yang terukur.
"Kita berusaha mengurangi tekanan dengan membuat rentang waktu libur yang lebih lebar, mengatur libur sekolah, serta menerapkan fleksibel working arrangement bagi para ASN, yang diharapkan dapat mengurangi beban pergerakan," kata Pratikno, Senin, 2 Maret 2026.
Di luar wilayah itu, tingkat kewaspadaan tetap tinggi, termasuk Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY, Bali, hingga Papua yang masih memiliki potensi curah hujan tinggi. “Kita harus berusaha keras untuk menjaga keamanan, keselamatan jiwa adalah prioritas yang paling tinggi. Kita harus bersama-sama melakukan mitigasi bencana yang terintegrasi,” ujar Pratikno.

Longsor di kawasan wisata Gunung Bromo tepatnya di sekitar area Penanjakan Bukit Kingkong atau Bukit Kedaluh, Rabu, 25 Februari 2026/istimewa.
Ia juga menekankan pentingnya keselamatan masyarakat dalam perjalanan, terutama bagi pengendara motor, serta pengamanan jalur-jalur vital yang menjadi titik krusial arus mudik dan balik. “Fokus keselamatan, terutama sekali para pengendara motor. Pengamanan jalur vital juga harus menjadi perhatian bersama untuk pelayanan yang aman,” kata Pratikno.
Lebih lanjut, pelayanan selama periode mudik dan libur Idulfitri harus mengedepankan pendekatan humanis dan inklusif, dengan perhatian khusus kepada kelompok rentan. “Selain aman, tentu saja juga nyaman. Kami harapkan pendekatan humanis dan inklusif, terutama sekali memberikan perhatian yang utama kepada kelompok-kelompok rentan, anak-anak, ibu hamil, lansia," ungkap Pratikno.