Perang Iran Diestimasi Makan Biaya Rp1 Triliun Anggaran AS Per Hari

Foto tentara angkatan laut AS. (EFE-EPA/FRANCIS R. MALASIG)

Perang Iran Diestimasi Makan Biaya Rp1 Triliun Anggaran AS Per Hari

Riza Aslam Khaeron • 5 March 2026 15:31

Jakarta: Meskipun operasi Amerika Serikat (AS) dan Israel yang menewaskan Pemimpin Agung Iran, Ayatullah Ali Khamenei, dianggap sebagai keberhasilan militer besar, perang yang dimulai pada 28 Februari 2026 tersebut berpotensi membebani anggaran keuangan negeri Paman Sam.

Menurut analisis terbaru dari Institute for Policy Studies, biaya operasi militer AS di kawasan Timur Tengah, operasi yang dilakukan setelah beberapa pekan persiapan militer tersebut melibatkan pengerahan besar-besaran armada laut dan udara AS ke kawasan Timur Tengah, termasuk kelompok kapal induk, pesawat tempur, pesawat pengebom, serta berbagai aset dukungan logistik.

Laporan dari Institute for Policy Studies (IPS) berbasis Washington DC yang dirilis pada 3 Maret 2026 memperkirakan bahwa operasi militer di sekitar Iran saat ini menelan biaya setidaknya 59,39 juta dolar AS per hari.

Jika dikonversi dengan kurs sekitar Rp16.826,44 per dolar AS, jumlah tersebut setara dengan hampir Rp1 triliun setiap hari. Angka ini hanya mencakup biaya operasional harian dari sejumlah sistem militer utama yang dikerahkan dalam operasi tersebut.
 

Baca Juga:
Mengenal IRGC, Sejarah, Struktur, dan Dugaan Kejahatan Kemanusiaan

Perhitungan tersebut didasarkan pada pengerahan dua kelompok kapal induk lengkap beserta kapal pendukungnya, serta lebih dari 200 pesawat militer yang ditempatkan di berbagai pangkalan di Timur Tengah dan wilayah sekitarnya.

Aktivitas tempur yang meningkat juga menyebabkan kenaikan biaya operasional sekitar 10 persen di atas biaya normal, karena intensitas penerbangan tempur, patroli laut, serta operasi pengisian bahan bakar udara yang jauh lebih tinggi dibandingkan masa damai.


USS Abraham Lincoln. (Wikimedia Commons)?

Berikut gambaran komponen utama biaya operasi militer harian AS dalam konflik Iran berdasarkan estimasi tersebut:
 
Komponen Operasi Perkiraan Biaya Harian (US$) Perkiraan Biaya Harian (Rp)
Pengerahan armada laut (kapal induk dan kapal pendukung) US$30,679 juta Rp518.8 miliar
Pengerahan pesawat militer US$23,314 juta Rp394.2 miliar
Kenaikan biaya operasional akibat intensitas tempur (10%) US$5,399 juta Rp91.3 miliar
Total biaya operasi harian US$59,39 juta Rp1 trilliun

Namun angka tersebut belum mencerminkan keseluruhan biaya perang yang sebenarnya.

Estimasi tersebut tidak memasukkan biaya amunisi yang digunakan dalam serangan, pengoperasian pasukan tambahan di darat, biaya penggantian peralatan yang rusak atau hilang, serta biaya pengembangan dan produksi sistem senjata yang digunakan dalam operasi tersebut.

Jika seluruh komponen tersebut dihitung secara menyeluruh, total biaya konflik kemungkinan akan jauh lebih besar dari angka yang dipublikasikan dalam estimasi awal ini. Selain itu, biaya harian juga berpotensi meningkat seiring dengan eskalasi konflik, pengerahan tambahan pasukan, atau perluasan operasi militer ke wilayah lain di Timur Tengah.

Adapun biaya melindungi aset-aset AS di negara-negara teluk Arab yang terkena dampak serangan balasan Iran serta kerugian dan biaya untuk memperbaiki kerusakan setelah perang berakhir yang tidak dimasukkan dalam perhitungan tersebut.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Muhamad Marup)