Presiden AS Donald Trump. (Anadolu Agency)
Trump Klaim Iran Bisa Dihancurkan dalam Satu Malam
Muhammad Reyhansyah • 7 April 2026 12:28
Washington: Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengeluarkan peringatan keras terhadap Iran dengan menyatakan bahwa negaranya dapat “menghancurkan” seluruh wilayah Iran dalam satu malam.
“Seluruh negara itu bisa dihancurkan dalam satu malam, dan malam itu bisa saja besok malam,” ujar Trump kepada wartawan di Gedung Putih, Senin, 6 April 2026.
Dikutip dari TRT World, Trump juga mengancam akan menyerang infrastruktur sipil Iran jika Teheran tidak menyerah sebelum batas waktu pukul 20.00 waktu Timur AS pada Selasa. Ia menyatakan hampir tidak ada target yang berada di luar jangkauan.
Trump mengatakan bahwa semua infrastruktur Iran berpotensi dihancurkan jika tidak ada kesepakatan.
“Kami memiliki rencana, karena kekuatan militer kami, di mana setiap jembatan di Iran akan dihancurkan sebelum tengah malam besok, setiap pembangkit listrik akan tidak berfungsi, terbakar, meledak, dan tidak akan pernah digunakan lagi tanpa adanya kesepakatan,” katanya.
Ia menambahkan bahwa jika serangan tersebut terjadi, Iran akan membutuhkan waktu hingga 100 tahun untuk pulih.
Trump juga mengungkapkan rincian operasi militer untuk mengevakuasi seorang personel militer AS dari wilayah Iran, yang melibatkan 155 pesawat, termasuk empat pesawat pembom, 64 jet tempur, dan 48 pesawat pengisian bahan bakar.
Ia menyoroti peran helikopter AH-6 “Little Birds” dalam operasi tersebut dan menyatakan bahwa militer AS bahkan menghancurkan pesawat mereka sendiri untuk mencegah peralatan sensitif jatuh ke tangan pihak lain.
Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth mengatakan bahwa 24 jam ke depan akan menjadi periode dengan volume serangan terbesar sejak operasi terhadap Iran dimulai.
“Sesuai arahan presiden, hari ini akan menjadi volume serangan terbesar sejak hari pertama operasi ini,” kata Hegseth, seraya menambahkan bahwa serangan pada hari berikutnya akan lebih besar lagi.
Trump juga mengakui adanya perbedaan pendapat di dalam timnya terkait rencana tersebut. Ia mengatakan tidak semua pihak mendukung langkah tersebut, termasuk beberapa pejabat militer yang mempertanyakan keputusan tersebut.
Ketika ditanya mengenai dampak terhadap warga sipil, Trump mengatakan bahwa rakyat Iran akan “bersedia menderita demi kebebasan mereka”. Ia juga mengklaim adanya informasi yang menunjukkan bahwa sebagian warga Iran mendukung tindakan tersebut terhadap pemerintah mereka.
Trump menyatakan bahwa kesepakatan masih mungkin dicapai, meskipun ia mengaku kecewa terhadap negara-negara NATO yang menolak terlibat dalam operasi terhadap Iran, termasuk Inggris.
Ia mengatakan bahwa pihak Iran sedang bernegosiasi dengan itikad baik dan Amerika Serikat menerima dukungan dari sejumlah negara yang ingin konflik tersebut segera berakhir.
“Ada pihak yang aktif dan bersedia di sisi Iran. Mereka ingin membuat kesepakatan,” kata Trump, tanpa memberikan rincian lebih lanjut.
Trump menutup pernyataannya dengan menegaskan kembali batas waktu yang ia tetapkan.
“Pada dasarnya, mereka memiliki waktu sampai pukul 20.00 besok malam waktu Timur,” pungkasnya.
Baca juga: Iran Tolak Proposal Gencatan Senjata, Hanya Ingin Akhiri Perang Secara Permanen