Dua Mahasiswa Terseret Arus Sungai Kalimborang Maros, Satu Tewas

Proses evakuasi mahasiswa terseret arus Sungai Kalimborang di Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. (Metro TV/Achmad Fachmi)

Dua Mahasiswa Terseret Arus Sungai Kalimborang Maros, Satu Tewas

31 March 2026 11:54

Maros: Dua mahasiswa terseret arus Sungai Kalimborang di Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan ditemukan. Satu korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, sementara satu korban lainnya masih dalam pencarian.

"Dua wisatawan diduga terbawa arus sungai. Dua orang tersebut datang untuk melaksanakan rekreasi, namun pada saat pelaksanaan terjkadi banjir atau air bah dari hulu sehingga terbawa arus," kata Kepala Basarnas Kelas A Makassar Arif Anwar di Maros, Selasa, 31 Maret 2026. 

Korban diketahui bernama Muhammad Fajrin (20) yang merupakan warga Kawasan Bumi Tamalanrea Permai (BTP) Makassar. Saat ditemukan, korban sudah dalam kondisi meninggal dunia.

Proses evakuasi jenazah berlangsung dramatis. Dalam video yang beredar, jenazah korban ditandu menggunakan bambu dan dibawa menyeberangi arus sungai menuju titik evakuasi. Selanjutnya, jenazah korban dibawa ke rumah sakit untuk keperluan pemeriksaan medis.
 


Sementara itu, satu korban lainnya, Nur Azisa, hingga kini masih dalam pencarian. Tim SAR gabungan terus melakukan penyisiran di sepanjang aliran sungai.

"Korban kemarin terbawa arus yang deras, jadi pasti terbawa jauh," ujar Arif.

Peristiwa ini bermula saat tujuh mahasiswa datang ke lokasi untuk berwisata pada Minggu, 29 Maret 2026. Namun secara tiba-tiba, debit air sungai meningkat drastis akibat hujan deras di bagian hulu, yang memicu datangnya air bah.

Dua korban yang saat itu berada di aliran sungai tidak sempat menyelamatkan diri dan langsung terseret arus. Dalam operasi pencarian, tim SAR membagi personel ke dalam tiga unit penyisiran, dengan jangkauan hingga tiga kilometer dari titik awal korban dilaporkan hilang.


Proses evakuasi mahasiswa terseret arus Sungai Kalimborang di Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. (Metro TV/Achmad Fachmi)


Hingga saat ini, lebih dari seratus personel gabungan dikerahkan dalam proses pencarian. Namun, upaya tersebut terkendala cuaca buruk dan derasnya arus sungai yang membahayakan tim di lapangan.

Masyarakat diimbau untuk tetap waspada saat beraktivitas di sekitar sungai. Terutama di tengah cuaca ekstrem yang berpotensi memicu air bah secara tiba-tiba. (Achmad Fachmi)

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Silvana Febiari)