Tim SAR mengevakuasi korban terseret ombak di Pantai Paseban yang ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, Sabtu, 28 Maret 2026. ANTARA/HO-BPBD Jember
Dua Wisatawan Terseret Ombak di Pantai Selatan Jember
Silvana Febiari • 28 March 2026 20:42
Jember: Dua wisatawan yang tengah menikmati libur Lebaran 2026 terseret ombak di pantai selatan Kabupaten Jember, Jawa Timur. Peristiwa tersebut terjadi di dua lokasi berbeda, yakni Pantai Paseban dan Pantai Papuma.
Wisatawan yang terseret ombak di Pantai Paseban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Sedangkan wisatawan yang terseret ombak di Pantai Papuma dinyatakan hilang dan masih dalam pencarian.
"Telah terjadi kecelakaan laut di Pantai Paseban yakni pengunjung atas nama Giman (54) warga Desa Kraton, Kecamatan Kencong terseret ombak dan sudah ditemukan dalam keadaan meninggal dunia," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember Edy Budi Susilo, dilansir dari Antara, Sabtu, 28 Maret 2026.
Menurut dia, korban yang sedang berkunjung ke Pantai Paseban saat libur Lebaran itu terseret ombak laut pantai selatan saat mandi di laut. Padahal, sudah ada larangan dari petugas untuk tidak mandi di laut karena berbahaya.
"Petugas selalu mengingatkan pengunjung untuk tidak mandi di laut yang jaraknya terlalu jauh dari bibir pantai karena kondisi pantai selatan memiliki ombak yang cukup besar," tuturnya.
Sedangkan korban kedua yakni Muhammad Sheva Yusuff (22) warga Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, bersama teman-temannya berwisata di Pantai Papuma, kemudian menuju bibir pantai yang berada di tebing di bawah Siti Hinggil. Padahal, kawasan tersebut merupakan zona larangan batas pengunjung.
"Korban bersama dua temannya berswafoto di lokasi tersebut, kemudian ombak besar tiba-tiba menerjang hingga ketiganya tersapu ombak. Dua rekan korban berhasil menyelamatkan diri, namun Sheva tenggelam dan dinyatakan hilang tergulung ombak," jelasnya.

ilustrasi medcom.id
Ia menjelaskan, tim SAR gabungan telah melakukan pencarian terhadap korban yang terseret ombak. Upaya dilakukan dengan menggunakan perahu serta penyisiran darat di sekitar lokasi hilangnya korban.
"Korban belum juga ditemukan setelah dilakukan pencarian hingga sore hari dan tim SAR gabungan menghentikan pencarian karena sudah mulai gelap. Pencarian akan dilanjutkan pada besok Minggu (29 Maret) pagi," ujarnya.
Edy mengimbau kepada seluruh wisatawan yang berkunjung di objek wisata pantai selatan untuk mematuhi rambu-rambu yang sudah dipasang oleh petugas. Hal ini diperlukan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan saat merayakan liburan Lebaran bersama keluarga.