Data Sementara Kerusakan Gempa Bumi 7,6 Magnitudo di Sulut-Malut

Kerusakan akibat Gempa 7,6 Magnitudo di Sulut-Malut. Foto Metro TV

Data Sementara Kerusakan Gempa Bumi 7,6 Magnitudo di Sulut-Malut

Muhamad Marup • 2 April 2026 14:15

Jakarta: Gempa bumi melanda Sulawesi Utara (Sulut) dan Maluku Utara (Malut) pada Kamis, 2 April 2026 pagi. Gempa itu berkekuatan 7,6 magnitudo tidak hanya merusak rumah dan fasilitas umum, tapi juga menelan korban jiwa.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Suharyanto, mengatakan, pemerintah sudah menyediakan mekanisme untuk kerusakan rumah baik ringan, sedang, maupun berat. Dia memastikan pemerintah akan membantu segala kerusakan dengan ketentuan yang berlaku.

"Nanti segala macam yang terdapat kerusakan akan kami bantu dengan ketentuan yang berlaku," ujar Suharyanto, dalam Rapat Koordinasi Penanganan Gempa Bumi M7,6 Sulawesi Utara dan Maluku Utara secara daring, Kamis, 2 April 2026.

Berdasarkan rapat tersebut, Metrotvnews.com telah merangkum data sementara kerusakan gempa Sulut-Malut

Sulawesi Utara

Manado
  • 25 rumah rusak ringan estimasi total kerugian sebesar Rp500 Juta.
  • Gedung olahraga Koni rusak parah di lokasi sarana olahraga tinju dan basket
  • Kerusakan terjadi di Rumah Sakit Siloam yaitu kaca ruang ICU pecah dan tembok retak dan agak runtuh.
Maluku Utara

Kecamatan Batang Dua
  • 5 rumah rusak berat
  • 18 belas rusak ringan
  • 4 gereja rusak ringan
  • 1 rusak sedang
  • 2 rusak berat.
Kecamatan Ternate Selatan
  • 1 rumah rusak berat
Kecamatan Ternate Tengah
  • 1 unit rumah rusak ringan
Kecamatan Ternate Utara
  • 2 unit rumah rusak ringan

Rapat Koordinasi Penanganan Gempa Bumi M7,6 Sulawesi Utara dan Maluku Utara secara daring, Kamis, 2 April 2026.

Kecamatan Oba Utara
  • 1 rusak ringan
Kecamatan Oba tengah
  • 1 rusak ringan
Kecamatan Oba Timur
  • 1 rusak ringan
Kecamatan Tidore Utara
  • 1 fasilitas umum yaitu pelabuhan speedboat rusak ringan
Kecamatan Tidore Selatan
  • Rumah Sakit Chasan Boesoirie rusak ringan
Sebagai informasi, sempat terjadi potensi tsunami ketika gempa bumi di Sulut-Malut terjadi. Saat ini, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mencabut pengumuman potensi tsunami tersebut.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Muhamad Marup)