Hizbullah terus bertahan melawan Israel. Foto: EFE-EPA
Hizbullah Klaim Tembak Rudal Jelajah ke Kapal Perang di Laut Mediterania
Muhammad Reyhansyah • 6 April 2026 11:16
Beirut: Kelompok Hizbullah di Lebanon mengumumkan bahwa mereka telah berhasil menargetkan kapal perang militer Israel di wilayah timur Laut Mediterania dengan rudal jelajah laut.
Dalam pernyataannya, Minggu, 5 April 2026, kelompok tersebut mengatakan serangan terjadi sekitar tengah malam antara Sabtu dan Minggu, sekitar 68 mil laut dari pantai Lebanon.
Hizbullah menyatakan bahwa kapal tersebut sedang bersiap melancarkan serangan terhadap wilayah Lebanon saat serangan dilakukan.
Namun, muncul laporan yang berbeda mengenai identitas kapal yang menjadi sasaran. Hizbullah menyebut kapal tersebut sebagai kapal perang Israel, sementara stasiun televisi swasta Israel Channel 14 melaporkan bahwa kapal yang terkena serangan sebenarnya adalah kapal Inggris, bukan kapal Israel.
Dilansir dari Yeni Safak, media tersebut menyebutkan bahwa rudal jelajah menyebabkan kerusakan pada kapal, namun kapal tersebut tetap melanjutkan misinya. Channel 14 tidak menjelaskan secara rinci waktu pasti serangan terjadi.
Hingga kini, baik otoritas Israel maupun pejabat Inggris belum memberikan komentar terkait laporan yang saling bertentangan tersebut.
Serangan ini menandai eskalasi signifikan dalam konflik maritim di kawasan tersebut. Sejak 2 Maret, ketika Hizbullah meluncurkan operasi lintas perbatasan, Israel merespons dengan serangan udara dan operasi darat di Lebanon selatan.
Aksi militer tersebut terus berlanjut meskipun sebelumnya telah ada gencatan senjata yang berlaku sejak November 2024.
Sejak awal Maret, Hizbullah telah meluncurkan beberapa serangan roket ke wilayah Israel dengan alasan serangan Israel yang terus berlangsung di Lebanon serta tewasnya mantan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei pada 28 Februari dalam serangan udara gabungan Amerika Serikat dan Israel.
Sebagai kekuatan regional yang memiliki kepentingan di Mediterania timur, Turki memandang meningkatnya bentrokan laut dan darat ini dengan kekhawatiran.
Ankara secara konsisten menyerukan penahanan diri dan penghormatan terhadap hukum internasional, serta memperingatkan bahwa eskalasi tanpa kendali antara Hizbullah dan Israel dapat mengganggu stabilitas kawasan Levant.
Turki juga tetap menjaga jalur dialog dengan otoritas Lebanon dan Israel, serta menekankan pentingnya melindungi warga sipil dan mencegah konflik yang lebih luas yang dapat meluas hingga ke perbatasan selatannya.