7 Kota Paling Ramah Pejalan Kaki pada 2026, Cek Daftarnya

Pemandangan semarak para wisatawan yang mengunjungi Pantheon di Roma, Italia. (Valentin Ivantsov/Pexels)

7 Kota Paling Ramah Pejalan Kaki pada 2026, Cek Daftarnya

Riza Aslam Khaeron • 2 June 2026 15:37

Jakarta: Berjalan kaki merupakan salah satu cara terbaik untuk menikmati keindahan sebuah kota secara mendalam. Bagi wisatawan, aktivitas ini bukan sekadar urusan berpindah dari satu titik ke titik lain.

Berjalan kaki memberikan kesempatan untuk merasakan denyut nadi jalanan, menyusuri gang-gang bersejarah, bersantai di kafe lokal, melintasi jembatan ikonis, hingga menemukan sudut-sudut tersembunyi yang sering kali luput saat kita berkendara.

Namun di era modern ini, menjelajahi kota besar dengan berjalan kaki tidak selalu mudah, seperti di kota-kota yang dirancang ramah kendaraan (car-centric) seperti di Amerika Serikat.

Untuk membantu para pelancong, GuruWalk—sebuah platform yang berfokus pada tur jalan kaki dan pengalaman budaya global—merilis daftar destinasi terbaik untuk pejalan kaki setiap tahunnya. Mereka menganalisis lebih dari 467.000 ulasan terverifikasi dari 3.600 tur jalan kaki di lebih dari 800 kota di seluruh dunia.

Skor akhir penilaian ini didasarkan pada formula khusus: volume kunjungan wisatawan menyumbang bobot sebesar 65 persen, sementara tingkat kepuasan berkontribusi sebesar 35 persen.

Berikut adalah tujuh kota paling ramah pejalan kaki di dunia tahun 2026 versi GuruWalk yang patut masuk ke dalam rencana perjalanan Anda:

1. Roma, Italia


Foto: Pixabay/Pexels

Roma menempati posisi pertama sebagai kota paling ramah pejalan kaki di dunia versi GuruWalk 2026. Kota ini dinilai sangat unggul karena seluruh kawasan bersejarahnya dapat dijelajahi dengan nyaman cukup dengan berjalan kaki—mulai dari gang-gang berbatu yang estetis, alun-alun yang hidup, gereja-gereja kuno, hingga puing-puing peninggalan Kekaisaran Romawi.

Daya tarik utama Roma terletak pada kedekatan jarak antara satu situs bersejarah dengan situs lainnya. Wisatawan dapat dengan mudah berjalan kaki dari Koloseum menuju Forum Romawi, Pantheon, hingga air mancur dan piazza bergaya Barok yang tersebar di pusat kota.

Dengan sejarah panjang lebih dari 2.700 tahun, Roma menawarkan pengalaman berjalan kaki yang magis, membawa Anda menyusuri lapisan sejarah dari masa kekaisaran, kepausan, hingga era Renaisans.
 

2. Madrid, Spanyol


Foto: Jo Kassis/Pexels

Madrid berada di posisi kedua berkat kombinasi apik antara ruang publik, museum kelas dunia, taman kota yang asri, serta kawasan budaya yang sangat mudah dijangkau oleh pejalan kaki. Ibu kota Spanyol ini dikenal memiliki energi urban yang kuat, terutama di area pusat kota yang dipenuhi oleh plaza luas, pedestrian lebar, restoran, dan bangunan bersejarah.

Salah satu kekuatan utama Madrid adalah integrasi destinasi populernya, seperti Museum Prado dan Taman Retiro. GuruWalk menilai kota ini sebagai ruang budaya terbuka yang ramah, di mana wisatawan dapat menikmati museum, bersantai di taman seluas 125 hektare, berbelanja, hingga menikmati kehidupan malam yang semarak hanya dengan berjalan kaki dari satu kawasan ke kawasan lainnya.
 

3. Budapest, Hungaria


Foto: K/Pexels

Budapest menempati posisi ketiga dalam daftar GuruWalk 2026. Kota ini dijuluki sebagai Pearl of the Danube atau Mutiara Sungai Donau karena lanskap kotanya yang menawan, terbentang di dua sisi sungai, yaitu Buda dan Pest. Kedua wilayah bersejarah ini dihubungkan oleh jalur pejalan kaki yang indah, jembatan ikonis, serta kawasan tepi sungai yang tertata rapi.

Daya tarik berjalan kaki di Budapest terletak pada kemegahan arsitektur imperial, pemandian air panas legendaris, dan panorama sungai yang memesona.

Wisatawan dapat menyusuri kemegahan Gedung Parlemen Hungaria, keindahan Fisherman’s Bastion, hingga kawasan pemandian Széchenyi yang bersejarah. Perjalanan menyusuri kedua sisi Donau inilah yang membuat Budapest dinilai sangat menyenangkan untuk dieksplorasi tanpa kendaraan.
 

4. Praha, Republik Ceko


Foto: JÉSHOOTS/Pexels

Praha berada di peringkat keempat berkat kawasan kota tuanya yang menyajikan pesona visual dan nilai historis yang luar biasa. Kota ini berhasil mempertahankan jejak sejarahnya selama lebih dari 1.000 tahun melalui jalan-jalan berbatu yang eksotis, bangunan berarsitektur Gotik, menara-menara kuno, dan jembatan yang menjadi rute favorit bagi para pejalan kaki.

Salah satu ikon utama Praha yang wajib dikunjungi adalah Jam Astronomi di Old Town Square yang telah beroperasi sejak tahun 1410. Selain itu, kemegahan Katedral St. Vitus dan keindahan Charles Bridge yang dihiasi deretan patung Gotik membuat aktivitas berjalan kaki di Praha terasa seperti sedang menyusuri negeri dongeng di dunia nyata.
 
Baca Juga:
7 Negara Eropa Paling Banyak Dikunjungi Turis Versi PBB
 

5. Lisbon, Portugal


Foto: Matej Simko/Pexels

Lisbon menempati posisi kelima dalam daftar kota paling ramah pejalan kaki versi GuruWalk 2026. Ibu kota Portugal ini terkenal dengan kontur tanahnya yang berbukit-bukit dan menurun landai ke arah Sungai Tagus. Meskipun beberapa rutenya cukup menantang karena tanjakan yang curam, karakteristik unik inilah yang justru menjadi daya tarik utama dari Lisbon.

Kawasan bersejarah seperti Alfama menawarkan pengalaman berjalan kaki yang tak terlupakan di antara rumah-rumah tua berarsitektur klasik, fasad berhiaskan ubin azulejos yang khas, gang-gang sempit yang eksotis, serta berbagai titik pandang (miradouro) untuk menikmati pemandangan kota dari ketinggian.

Destinasi populer seperti Biara Jerónimos dan Kastel São Jorge semakin memperkuat karakter Lisbon sebagai kota yang paling indah dinikmati secara perlahan dengan berjalan kaki.
 

6. Amsterdam, Belanda


Foto: Marichka Dmytrieva/Pexels

Amsterdam menempati posisi keenam dalam daftar ini. Selama ini, kota ini mungkin lebih sering diidentikkan dengan sepeda, tetapi jaringan kanal peninggalan abad ke-17 miliknya juga sangat memanjakan para pejalan kaki.

GuruWalk menyoroti Amsterdam sebagai kota yang memiliki labirin kanal yang indah, jembatan-jembatan cantik, pulau-pulau kecil, galeri seni, kafe estetis, dan pasar lokal yang semuanya sangat mudah dijelajahi dengan berjalan kaki.

Kota ini memiliki 1.281 jembatan yang menghubungkan lebih dari 90 pulau. Rute menyusuri kanal merupakan pengalaman wajib bagi wisatawan, terlebih karena kawasan pusat kota Amsterdam dirancang dengan skala yang sangat nyaman bagi pejalan kaki. Aktivitas berjalan di tepi air, menyeberangi jembatan bersejarah, dan menjelajahi kawasan budaya menjadikan Amsterdam salah satu kota pedestrian terbaik di dunia.
 

7. Porto, Portugal


Foto: Sonny Vermeer/Pexels

Porto melengkapi daftar tujuh besar kota paling ramah pejalan kaki di dunia versi GuruWalk 2026. Kota ini memiliki karakter visual yang sangat khas berkat rumah-rumah berwarna pastel yang tersusun rapi di lereng bukit menuju Sungai Douro, jalan-jalan tua yang berliku, serta kawasan bersejarah yang erat kaitannya dengan tradisi pembuatan anggur port.

Salah satu pengalaman berjalan kaki paling ikonis di Porto adalah melintasi Jembatan Dom Luís I, sebuah jembatan baja dua tingkat yang menghubungkan Porto dengan wilayah Vila Nova de Gaia.

Dari jalur pejalan kaki di atas jembatan ini, wisatawan dapat menikmati panorama kota yang menakjubkan, aliran sungai yang tenang, dan deretan gudang penyimpanan anggur bersejarah di tepi Douro. Perpaduan antara arsitektur menawan, pemandangan alam, dan atmosfer kota tua yang kental menjadikan Porto sebagai destinasi penutup yang sempurna untuk dijelajahi tanpa kendaraan.

(Arga Sumantri)