Arus lalu lintas di jalan raya Beirut, Lebanon. (Anadolu Agency)
Ancaman Serangan Israel Picu Pengungsian Besar-besaran dari Ibu Kota Lebanon
Willy Haryono • 1 June 2026 18:27
Beirut: Gelombang pengungsian besar terjadi di wilayah selatan Beirut, Lebanon, pada Senin, 1 Juni 2026, setelah Israel mengancam akan melancarkan serangan udara ke ibu kota Lebanon meski gencatan senjata masih berlaku.
Menurut laporan koresponden Anadolu, jalan-jalan dan akses menuju kawasan selatan Beirut mengalami kemacetan parah karena warga berusaha meninggalkan wilayah tersebut menuju pusat kota Beirut.
Banyak warga memutuskan mengungsi setelah media Israel melaporkan militer Israel berencana mengeluarkan peringatan evakuasi untuk area-area yang diperkirakan menjadi target serangan.
Situasi keamanan yang memburuk juga berdampak pada aktivitas pendidikan.
Universitas Lebanon menunda ujian di sejumlah fakultas dan institut di Kampus Universitas Rafic Hariri di Hadath, Beirut, serta di Kota Sidon di Lebanon selatan hingga pekan depan.
Dalam pernyataannya, universitas menyebut penundaan dilakukan karena situasi keamanan saat ini. Namun, ujian di kampus cabang lainnya tetap berjalan sesuai jadwal.
Sebelumnya pada Senin, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memerintahkan militer melancarkan serangan udara ke Beirut dalam eskalasi terbaru di tengah gencatan senjata yang dimediasi Amerika Serikat sejak 17 April lalu.
Perintah tersebut muncul menjelang putaran baru perundingan antara Lebanon dan Israel di Washington dengan mediasi AS.
Ketegangan di Lebanon selatan dan Beirut terus meningkat dalam beberapa pekan terakhir akibat bentrokan antara Israel dan Hizbullah yang masih berlangsung meski ada kesepakatan gencatan senjata.
Baca juga: Serangan Udara Israel di Lebanon Selatan Tewaskan 8 Orang, 19 Terluka